POJOKSATU.id — Kekalahan 2-1 dari Bournemouth di Emirates Stadium, Sabtu (3/5/2025), menjadi pukulan telak bagi Arsenal yang tengah memburu gelar di dua kompetisi.

Selain memperpanjang puasa kemenangan menjadi tiga laga beruntun, hasil ini juga membuat posisi mereka di klasemen Premier League makin terancam, hanya berselisih tiga poin dari Manchester City yang masih menyimpan tiga pertandingan.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah cara Arsenal kebobolan: dua gol bersarang dari situasi bola mati, yang kembali menegaskan kelemahan sistem pertahanan skuad Mikel Arteta dalam mengantisipasi set-piece lawan.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Barcelona vs Inter Milan di Liga Champions: Duel Sarat Gengsi!

Musim ini, Arsenal menjadi tim dengan rasio kebobolan tertinggi dari bola mati di Premier League, yakni 48,5%.

Kondisi ini menjadi alarm bahaya jelang laga krusial leg kedua semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain yang akan digelar Kamis (8/5/2025) besok.

The Gunners wajib menang untuk membalikkan agregat 0-1 dan mengamankan tiket ke final, satu-satunya harapan tersisa bagi Arteta untuk meraih trofi musim ini.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Arsenal vs Bournemouth: Ujian Konsistensi di Tengah Euforia Eropa

Arteta menyadari pentingnya membalikkan situasi dan membangun kembali kepercayaan tim.

Seusai pertandingan, pelatih asal Spanyol itu menyebut bahwa timnya harus menjadikan rasa frustrasi sebagai bahan bakar untuk bangkit.

“Kami tentu ingin membangun suasana positif, dan hasil positif hari ini akan sangat membantu kami menuju Rabu,” ucap Arteta.

“Sekarang yang kami rasakan justru amarah, frustrasi, dan rasa tak enak di perut. Kita harus ubah semua itu jadi energi besar untuk tampil habis-habisan di Paris dan menang,” tambahnya.

Tapi sebelum memikirkan soal membobol gawang PSG, Arsenal harus lebih dulu menyelesaikan masalah paling mendesak: pertahanan rapuh mereka terhadap skema bola mati.

Arteta tak menutup mata dan mengakui bahwa kelemahan tersebut telah banyak merugikan timnya.

Baca Juga: Arsenal Siap Tebus Klausul Martin Zubimendi, Real Sociedad Tegaskan Keputusan Bulan Juni

“Kami sudah kebobolan banyak dari situasi ini, dan itu merugikan kami dalam perebutan poin,” tegasnya.

“Tapi kita juga harus memberi kredit pada lawan. Jika ada pemain lawan seperti Huijsen yang bisa menyambut bola ke tengah dan menanduknya tanpa kawalan, itu sesuatu yang harus kami perbaiki.”

Kondisi Arsenal kini berada di persimpangan. Jika gagal membalikkan keadaan di Paris dan kembali terpeleset di liga, musim yang sempat terlihat menjanjikan bisa berubah menjadi mimpi buruk.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Arsenal vs PSG di Liga Champions: Siapa Berjaya di Leg Pertama?

Pengamat sepak bola Jamie Redknapp bahkan memperingatkan bahwa nasib Arsenal bisa berujung tragis jika tidak segera bangkit.

“Kalau mereka tidak finis kedua dan tak memenangkan trofi, musim ini bisa dianggap gagal,” tegasnya.

Apalagi, lawan-lawan berat seperti Liverpool, Newcastle, dan Southampton masih menanti di sisa jadwal Premier League. Artinya, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar dalam penentuan nasib akhir musim The Gunners. ***