POJOKSATU.id — Indonesia dipastikan batal menjadi tuan rumah turnamen sepak bola putri paling prestisius di Asia Tenggara, ASEAN Womens Championship 2025.

Keputusan ini diambil menyusul ketidaksepakatan antara PSSI dan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) soal penjadwalan turnamen.

Turnamen yang awalnya direncanakan digelar di Indonesia itu kini resmi dipindahkan ke Vietnam.

Kabar ini pertama kali mencuat dari media lokal Vietnam, Bao Lao Dong, yang menyebut Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) siap menjadi tuan rumah.

Ajang dua tahunan itu akan dilangsungkan di Stadion Lach Tray, Hai Phong, Hanoi, pada 6–19 Agustus 2025.

Baca Juga: Peta Persaingan Ketat 26 RAKSASA BOLA, Kualifikasi Piala Asia Wanita U-20 2026, Timnas Indonesia Bersiap TANTANG ASIA, Ini Lawannya!

Delapan tim nasional akan berpartisipasi: Vietnam sebagai tuan rumah, lalu Indonesia, Filipina, Thailand, Kamboja, Myanmar, Singapura, dan Australia.

Penjadwalan Jadi Kendala

PSSI mengungkap bahwa pemindahan lokasi ini dipicu oleh ketidaksesuaian jadwal antara pihak Indonesia dan AFF.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani, menjelaskan bahwa Indonesia awalnya mengusulkan pelaksanaan turnamen pada bulan Juni.

Menurut Vivin, "Kita ajukan di Juni, tapi ada ketidakcocokan jadwal dengan keseluruhan event AFF. Jadi dialihkan ke Vietnam," ungkapnya pada Kamis (24/04/2025).

Baca Juga: GUNJANG GANJING Djenna de Jong Mundur dari Timnas Putri Indonesia, Sebut Diperlakukan PSSI TIDAK PROFESIONAL, Begini Penjelasan PSSI

Usulan Jadwal Alternatif Ditolak

Di sisi lain, Exco PSSI lainnya, Arya Sinulingga, juga mengungkap upaya PSSI untuk mencari solusi alternatif.

Menurutnya, Indonesia sempat mengajukan agar turnamen dimajukan ke bulan Mei.

Langkah ini diambil untuk menghindari bentrokan agenda dengan turnamen AFF U-16 Putra yang digelar pada Agustus.

Baca Juga: Hansi Flick Umumkan Skuad Barcelona untuk Lawan Real Madrid di Final Copa del Rey, Tanpa Bomber Andalan

"Tapi kita kemarin karena padatnya jadwal kita di bulan Agustus, kita minta dipindahkan bulan Mei. Karena pas bulan Agustus itu juga ada AFF U-16. Kita nggak mau ada bentrok seperti itu. Kita minta pindah ke Mei," ujar Arya.

Namun, permintaan tersebut tidak disetujui oleh AFF.

Arya pun menegaskan bahwa PSSI memilih untuk merelakan penyelenggaraan ASEAN Women’s Championship 2025 agar tidak mengganggu fokus pada agenda lainnya.

"AFF-nya nggak mau. Ya udah, kalau nggak mau ya sudah. Kita silakan gitu. Kalau mau bulan Mei, karena banyak banget di agenda kita tabrakan. Karena bulan Agustus itu juga ada AFF U-16 ya," jelasnya.

Baca Juga: Ini Daftar Skuad Real Madrid untuk Hadapi Barcelona di Final Copa del Rey

Meski kehilangan status tuan rumah, Indonesia tetap akan berpartisipasi dalam turnamen yang digelar di Vietnam tersebut.

Kehadiran skuad Garuda Pertiwi menjadi salah satu dari delapan kekuatan sepak bola wanita Asia Tenggara yang siap bersaing memperebutkan gelar juara tahun ini. ***