POJOKSATU.id - Adu Prestasi Calon Ketua Umum PSSI Erick Thohir vs La Nyalla Mattalitti, Siapa Lebih Menjanjikan?
Sampai saat ini, sudah ada 2 kandidat calon Ketua Umum PSSI dan sudah mendaftar untuk menggantikan Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
Kedua kandidat calon Ketua Umum PSSI itu adalah Erick Thohir yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN.
Kemudian La Nyalla Mattalitti yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD RI.
Dua sosok ini sama-sama memiliki pengalaman dalam dunia sepak bola.
BACA: Ramaikan Bursa Calon Ketua PSSI, Erick Thohir dan Ratu Tisha Setor Berkas
Lalu, siapa di antara keduanya yang lebih menjanjikan untuk sepak bola tanah air dan PSSI?
Simak adu prestasi antara Erick Thohir dan La Nyalla Mattalitti.
Prestasi Erick Thohir
Dalam dunia sepak bola, Erick Thohir lebih banyak bergerak di belakang layar.
Kecintaanya pada sepak bola ditunjukkan dengan membeli dan jadi pemilik klub sepak bola dunia.
Sebutlah DC United yang merupakan salah satu klub kontestan Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat.
DC United dibeli Erick Thohir pada 2012 silam.
Setahun kemudian, Erick memutuskan membeli saham mayorits kepemilikan salah satu klub legendaris Italia, Internazionale Milan.
BACA: La Nyalla Ungkap Perubahan PSSI dan Sepak Bola Nasional di Tangan Voters
Sampai saat ini, Erick Thohir juga masih memiliki saham kepemilikan dua klub internasional itu meski bukan sebagai pemilik mayoritas.
Selain itu, ia juga mengakuisisi 51 persen kepemilikan saham Oxford United yang berlaga di League One Inggris.
Untuk dalam negeri, Erick Thohir juga memiliki saham Persis Solo sejak Maret 2021.
Akan tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa Erick Thohir juga memiliki andil besar dalam sepak bola tanah air.
Itu terjadi saat dualisme PSSI era kepemimpinan La Nyalla Mattalitti tahun 2015-2016 hingga terjadi pembekuan liga oleh FIFA.
Saat itu, sepak bola Indonesia terbelah jadi 2, yakni Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL).
FIFA pun kemudian menjatuhkan sanksi atas kepemimpinan La Nyalla Mattalitti sehingga merugikan dunia persepakbolaan Indonesia.
BACA: Jelang KLB PSSI, Iwan Bule Ditinggal Sendiri di ‘Hutan Belantara’ PSSI
Presiden Jokowi segera menugaskan Erick Thohir yang pada saat itu Presiden Inter Milan untuk melakukan negosiasi bersama FIFA.
Hasilnya, FIFA mencabut sanksi pembekuan dan sepak bola Indonesia bisa kembali bergulir.
Teranyar adalah peran besar Erick Thohir terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan Aremania.
Ia melakukan penggalangan dana sampai Rp1,45 miliar untuk diberikan kepada keluarga korban.
Sebelumnya, Erick Thohir juga berhasil melobi FIFA secara langsung agar tidak menjatuhkan sanksi kepada atas tragedi Kanjuruhan.
Di samping kesuksesannya menghalau sanksi, mantan Presiden Inter Milan ini juga berhasil membuat FIFA bekerja sama dengan stakeholder sepak bola terkait di Indonesia untuk melakukan transformasi.
Prestasi La Nyalla Mattalitti
La Nyalla Mattalitti pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI pada 2015-2016 silam.
Sebelum itu, La Nyalla juga pernah menangani klub sepak bola di tanah air.
Saat menjabat orang nomor satu di federasi sepak bola Indonesia, PSSI terbelah karena terjadi dualisme.
BACA: Presiden FIFA ke Indonesia, PSSI Kok Cuek Banget Yak, Padahal Ini Sejarah Lho
Yakni kubu La Nyalla yang tetap dengan PSSI dan kubu kedua yang mendirikan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia atau KPSI.
Dua kubu tersebut melahirkan dua kompetisi sepak bola yang berbeda.
PSSI dengan Indonesia Super League atau ISL. Sedangkan KPSI dengan Indonesia Premier League atau IPL.
Tepat pada Jumat 13 Januari 2023, La Nyalla mendaftarkan dirinya sebagai calon Ketua Umum PSSI.
Kepada wartawan, La Nyalla Mattalitti mengklaim dirinya telah berjuang sejak 2021 dan berhasil menggabungkan IPL dan ISL menjadi satu kompetisi saat ini.
Untuk konten menarik lainnya dari PojokSatu.id di Google News KLIK DI SINI
Jadi, menurut Anda, siapakah yang lebih menjanjikan jadi Ketua Umum PSSI selanjutnya? Erick Thohir atau La Nyalla Matalitti? (*/pojoksatu)

