POJOKSATU.id - Alasan Park Hang Seo layak jadi pelatih Persib Bandung menggantikan Luis Milla diulas dalam artikel ini. Terutama karena juru taktik asal Korea Selatan ini sedang menganggur.

Persib Bandung memang tengah sibuk mencari pelatih baru setelah Luis Milla mundur dari jabatan tersebut, Sabtu 15 Juli 2023.

Pelatih asal Spanyol itu mundur usai anak asuhnya gagal memenangkan satu pun dari tiga laga perdana Liga 1 musim 2023/2024.

Baca Juga: Bursa Transfer: Onana Otewe Old Trafford, Usai Terima Telepon dari Erik ten Hag

Sejumlah nama pun langsung mencuat, meramaikan bursa calon pelatih Persib yang baru.

Salah satu yang dianggap layak jadi nakhoda baru Maung Bandung adalah Park Hang Seo, mantan pelatih Timnas Vietnam.

Berikut lima alasan Park Hang Seo layak jadi pelatih Persib Bandung yang baru:

Baca Juga: Diduga Kuat Korban Mutilasi Sleman Berinisial R asal Pangkalpinang Mahasiswa UMY yang Dilaporkan Hilang

1. Paham Gaya Sepakbola Indonesia

Park Hang Seo memang belum pernah berkarir di Indonesia. Ia adalah pelatih Timnas Vietnam sejak 2017 hingga awal 2023 ini.

Meski demikian, secara tidak langsung, Park diyakini cukup memahami gaya sepakbola Indonesia karena anak asuhnya sering bertemu Timnas Indonesia.

Bisa dibilang, Park Hang Seo sudah cukup familiar dengan sepakbola Indonesia meski sebagai lawan.

Baca Juga: 5 Nama Ini Ramaikan Bursa Calon Pelatih Persib Bandung Pengganti Luis Milla, Ada Rival Shin Tae Yong

Catatan yang patut jadi pertimbangan manajemen Persib dalam mencari pelatih baru pengganti Luis Milla.

2. Taktinya Mirip Formasi Luis Milla

Luis Milla meninggalkan Persib Bandung dengan skema permainan 3-5-2.

Formasi yang kerap berkembang menjadi 3-4-3 dalam situasi menyerang.

Park Hang Seo merupakan pelatih yang kerap menggunakan tiga bek dalam formasi 3-4-3.

Baca Juga: Persija vs Bhayangkara FC: Marko Simic Brace, Macan Kemayoran Pesta Gol

Dengan skema permainan yang mirip tersebut, para pemain Persib saat ini tidak akan sulit beradaptasi jika dilatih Park Hang Seo.

3. Sedang Menganggur

Mungkin ini alasan paling masuk akal mengapa Park Hang Seo layak jadi pelatih baru Persib Bandung.

Yah, juru taktik berusia 65 tahun ini sedang tidak melatih tim mana pun sejak meninggalkan Timnas Vietnam seusai Piala AFF 2022.

Itu artinya Park Hang Seo sudah menganggur enam bulan dan mungkin sudah mau menerima pekerjaan baru.

Baca Juga: Marak Toko Jamu Jual Miras di Karawang, Polisi Gerak Cepat Lakukan Ini

Ini kesempatan emas bagi Persib Bandung untuk membujuknya mencoba petualangan baru berkarir di Indonesia.

4. Solusi dari Masalah Serius Persib

Masalah serius Persib Bandung di Liga 1 awal musim 2023/24 ini adalah sektor pertahanan yang buruk.

Dalam tiga laga awal musim ini, Maung Bandung tidak mampu mencatat clean sheet.

Tercatat gawang Teja Paku Alam sudah enam kali kebobolan hanya dalam tiga pertandingan.

Baca Juga: Bursa Transfer: Andre Onana 99,9 Persen Gabung Manchester United, Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi

Di tangan Park Hang Seo, pertahanan Persib bisa lebih solid karena mantan pelatih Timnas Vietnam itu dikenal hebat dalam bertahan.

Skema tiga beknya berfungsi dengan baik sehingga sulit ditembus.

Park Hang Seo tampaknya jadi sosok yang tepat menangani masalah rapuhnya pertahanan Persib.

5. Mental Juara

Musim ini baru berjalan tiga pertandingan dan Persib Bandung tetap punya peluang menjadi juara Liga 1 2023/24.

Baca Juga: Bung Binder Curiga Ada Pungli Dalam Seleksi Wasit, Tagih Janji Erick Thohir Bersih-bersih Mafia Bola

Merekrut Park Hang Seo bisa jadi pilihan tepat karena sudah terbukti punya rekam jejak positif sebagai pelatih Timnas Vietnam dengan menjadi juara.

Dia pernah memenangkan trofi Piala AFF sekali dan juga membawa Vietnam meraih medai emas SEA Games.

Jika Persib Bandung ingin jadi juara, maka menunjuk Park Hang Seo bisa menjadi salah satu caranya.

Persib finis ketiga pada Liga 1 musim 2022/2023 di bawah asuhan Luis Milla.

Baca Juga: Pemain Baru Persija Jakarta Belum Bisa Dipastikan Merumput Hadapi Bhayangkara FC

Mereka tampil baik pada sebagian besar pertandingan musim lalu.

Namun performa Maung Bandung menurun jelang akhir musim hingga kehilangan kans juara bahkan hanya mampu finis ketiga di bawah PSM Makassar dan Persija Jakarta.***