Jika Poin Sama di Klasemen Akhir Piala Dunia 2022, Begini Cara Penentuan Peringkatnya

Penentuan peringkat dua atau lebih tim yang mengoleksi poin sama di klasemen akhir Piala Dunia 2022.
Penentuan peringkat dua atau lebih tim yang mengoleksi poin sama di klasemen akhir Piala Dunia 2022.

POJOKSATU.ID, DOHA – Memasuki pertandingan terakhir atau matchday 3 besar kemungkinan ada dua atau lebih tim mengoleksi poin sama di klasemen akhir Piala Dunia 2022. Bagaimana cara penentuan peringkat klasemen?


Dibanding dengan turnamen level senior pada umumnya, penentuan peringkat klasemen jika terdapat dua tim atau lebih mengoleksi poin sama di klasemen Piala Dunia 2022, agak berbeda.

Pada Piala Dunia 2022 ini, beberapa grup cukup ketat hingga menjelang matchday 3. Sehingga besar kemungkinan ada dua negara atau lebih yang mengoleksi poin sama di klasemen akhir.

Sebut saja di Grup A. Belanda dan Ekuador saat ini sama-sama mengoleksi 4 poin dan selisih gol serupa, 3-1.


Jika Belanda mengalahkan Qatar dan Ekuador juga menang atas Senegal maka poin keduanya tetap sama. Lalu siapa juara grup?

BACA JUGA : Klasemen Piala Dunia 2022 usai Matchday 2, Baru 3 Negara Amankan Tiket 16 Besar

Untuk membedakannya, head to head bukan acuan pertama seperti yang lazim digunakan di turnamen di bawah FIFA. Seperti Euro misalnya.

Melainkan selisih gol jadi pembanding pertama setelah poin sama. Tim dengan selisih gol lebih berhak menempati posisi lebih di atas.

Jika selisih gol juga sama, maka yang ditinjau selanjutnya adalah tim paling produktif atau yang mencetak gol paling banyak.

Setelah itu barulah head to head atau poin hasil pertemuan antara tim yang mengoleksi poin sama.

BACA JUGA : Bursa Taruhan dan Prediksi Skor Ekuador vs Senegal : Amankan Satu Poin

Andai ketiga urutan di atas belum bisa membedakan tim yang sama poinnya, maka akan diterapkan sistem fair play.

Sistem ini pernah terjadi pada Piala Dunia 2018 lalu, yang melibatkan Jepang dan Senegal.

Saat itu Samurai Biru berhak finis kedua Grup H di bawah Kolombia karena mengoleksi kartu kuning lebih sedikit ketimbang Senegal yang harus puas finis ketiga dan gagal ke babak 16 besar.

Lalu bagaimana jika semua cara diterapkan hasilnya tetap sama?

Cara terakhir adalah undian. FIFA akan melakukan undian untuk memutuskan siapa yang berhak finis lebih tinggi.

BACA JUGA : Bursa Taruhan dan Prediksi Skor Belanda vs Qatar : Tak Bisa Asal Menang

Undian pada dasarnya adalah memasukkan nama tim ke dalam mangkuk dan memilih pemenang yang beruntung secara acak.

Metode undian ini pernah sekali dilakukan dalam sejarah Piala Dunia untuk menentukan posisi di klasemen akhir grup.

Yakni pada Piala Dunia 1990 ketika Irlandia memenangkan undian dan finis kedua di Grup F, di atas Belanda.

Meski demikian, Belanda tetap lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik karena saat itu kontestan Piala Dunia masih 24 negara.

Jadi, Anda sudah bisa menentukan peringkat klasemen jika ada tim yang mengoleksi poin sama di klasemen akhir Piala Dunia 2022? (medil/pojoksatu)