Hasil Investigasi Kanjuruhan Disaster, Fakta Ini Fatal Banget Dampaknya

Juru Bicara PSSI, Ahmad Riyadh beberkan fakta hasil investigasi Kanjuruhan Disaster. Foto: laman wearemania.net
Juru Bicara PSSI, Ahmad Riyadh beberkan fakta hasil investigasi Kanjuruhan Disaster. Foto: laman wearemania.net

POJOKSATU.ID, MALANG – Salah satu fakta yang diungkap PSSI dari hasil investigasi Kanjuruhan Disaster atau tragedi Kanjuruhan Malang, tampaknya berakibat cukup fatal.


PSSI melakukan investigasi Kanjuruhan Disaster pada Minggu (2/10) lalu.

Hasil dan perkembangannya disampaikan ke publik sepak bola Indonesia oleh Juru Bicara PSSI, Ahmad Riyadh.

Tim PSSI mendatangi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang untuk melakukan investigasi penyelenggaraan pertandingan.


Seperti diketahui, tragedi ini terjadi usai laga Arema vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023 Pekan 11, Sabtu (1/10/2022) malam.

BACA JUGA : Klasemen Sementara Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 : Tekuk UEA, Indonesia Puncaki Grup B

Riyadh menjelaskan, selain ke stadion, tim PSSI juga mendatangi rumah korban meninggal, korban yang dirawat di rumah sakit.

Pihaknya juga sudah mewawancarai Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, Aremania, dan warga masyarakat secara acak.

“Kami melakukan investigasi penyelenggaraan pertandingan, mulai dari prapertandingan, pertandingan, dan pascapertandingan,” ujar Riyadh, dikutip Pojoksatu.id dari Wearemania.net.

Riyadh pun membeberkan hasil investigasi penyelenggaraan pertandingan Arema vs Persebaya. Menurutnya secara umum pra hingga pascapertandingan berjalan baik.

BACA JUGA : Bursa Taruhan dan Prediksi Skor Madrid vs Shakhtar dan Leipzig vs Celtic, Matchday 3 Grup F

“Prapertandingan surat-menyurat semua proses berjalan dengan lancar sampai muncul surat rekomendasi kepolisian pada 29 September untuk dilaksanakan pada 1 Oktober.”

“Pertandingan juga digelar mulai menit 1 sampai 45, lalu menit 45 sampai 90 berjalan aman, tidak ada kegiatan di luar LOTG (Law Of The Game), semua berjalan sesuai aturan,” lanjutnya.

“Dari menit 7 tambahan waktu, baru ada suporter di pojok tribun timur turun. Suporter turun ini kami wawancarai, bicara mau mengucapkan selamat.”

“Tapi jelas itu pelanggaran, dan match steward terlambat untuk menghalau suporter untuk menghalau lagi,” katanya.

BACA JUGA : Prediksi Bola Malam Ini : Benfica vs PSG dan Juve vs Maccabi Haifa, Matchday 3 Grup H UCL

Menurutnya, ada pemukulan suporter yang masuk, yang memicu beberapa suporter lainnya masuk ke lapangan. Di situ keamanan turun tangan, langsung dengan menembakkan gas air mata.

“Kita di sini hanya sebatas investigasi pada pelaksanaan LOTG pertandingan, apakah sepanjang pertandingan bisa dilaksanakan dengan baik,” sambungnya.

Namun kesalahan panpel Arema yang berdampak cukup fatal adalah ditemukannya fakta bahwa pintu stadion belum dibuka pada menit ke-80.

Padahal pada menit tersebut, pintu harusnya sudah dibuka agar penonton yang ingin pulang lebih cepat bisa mendapat akses.

Dan seperti diketahui, bahkan setelah terjadi kericuhan di dalam stadion. Gas air mata ditembakkan banyak penonton terjebak di pintu yang belum terbuka.

“Kita menemukan ada fakta Panpel Arema tidak membuka pintu pada menit 80 pertandingan. Di sini ada kesalahan panpel yang sudah disidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI,” pungkasnya. (medil/pojoksatu)