Stadion Cornella-El Prat Satu Menit Hening Sebelum Kick off Espanyol vs Valencia, Tanda Duka atas Tragedi Kanjuruhan Malang

Para pemain, wasit dan penonton di Stadion Cornella-El Prat, Barcelona mengheningkan cipta selama satu menit, Minggu (2/10) malam, sebagai bentuk duka cita atas tragedi Kanjuruhan Malang. Foto: Twitter/Laliga
Para pemain, wasit dan penonton di Stadion Cornella-El Prat, Barcelona mengheningkan cipta selama satu menit, Minggu (2/10) malam, sebagai bentuk duka cita atas tragedi Kanjuruhan Malang. Foto: Twitter/Laliga

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Klub-klub sepak bola dunia sungguh merasakan duka mendalam atas tragedi Kanjuruhan Malang. Seperti yang tampak sebelum sepak mula (kick off) pertandingan La Liga Spanyol, Espanyol vs Valencia di Stadion Cornella-El Prat, Minggu (2/10) malam WIB.


Seisi stadion markas klub sekota Barcelona, Espanyol itu hening selama satu menit.

Mereka mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan dan duka cita mendalam atas tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan setidaknya 187 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

Pemain kedua klub saling berangkulan di garis lingkaran tengah lapangan.


Tampak pemain-pemain top seperti Martin Braithwaite (Espanyol), Edinson Cavani, Samu Castillejo hingga Jose Gaya tertunduk, ikut merasakan duka atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di pentas sepak bola Indonesia, Sabtu (1/10) malam kemarin.

Setelah itu, wasit Valentin Pizarro meniup pluit dan pertandingan Espanyol vs Valencia pun dimulai.

BACA JUGA : Lagi Asik Sarapan Warga Gunungputri Diserang Sekelompok Orang Tak Dikenal

Saat berita ini diracik redaksi Pojoksatu.id, laga pekan ke-7 La Liga 2022/23 itu masih imbang 0-0, jelang babak pertama usai.

Sebelumnya, operator La Liga memang telah membuat pengumuman bahwa mereka akan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan mendatang.

“Sebagai tanda penghormatan atas tragedi yang terjadi kemarin di Indonesia,” tulis akun resmi La Liga.

Sejumlah klub-klub Spanyol juga sudah menyampaikan ucapan belasungkawa melalui akun media sosial mereka. Termasuk Valencia dan Barcelona.

Klub-klub Inggris juga melakukan hal serupa. Seperti Manchester United, Manchester City, Arsenal hingga Liverpool.

BACA JUGA : Alasan Ridwan Kamil Beri Nama Jembatan Romeo and Juliet di Bogor, Gegara Banyak Warga yang Menikah Lintas Desa

Sementara Presiden FIFA Gianni Infantino juga menyampaikan duka mendalam atas tragedi Kanjuruhan Malang.

“Dunia sepak bola terkejut menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” kata Infantino, dikutip Pojoksatu.id di laman resmi FIFA, Minggu (2/10) sore WIB.

Pria kelahiran Swiss berkebangsaan Italia itu menyebut seluruh insan sepak bola dunia berduka atas meninggalnya ratusan orang saat Stadion Kanjuruhan rusuh, Sabtu malam.

“Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi di luar pemahaman,” ujarnya.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini.”

BACA JUGA : 2 Aremania Suami Istri Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan Malang, Dimakamkan Satu Liang Lahat, Anaknya Selamat

“Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang telah menjadi korban jiwa dan terluka, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia, pada saat yang sulit ini,” tutupnya.

Seperti diketahui, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga bertajuk Derbi Jatim antara Arema FC vs Persebaya yang berakhir 3-2 untuk Bajul Ijo, berakhir rusuh.

Ribuan suporter Arema atau yang dikenal dengan Aremania merangsek masuk ke lapangan merusak fasilitas stadion karena tidak terima tim favoritnya kalah.

Sejurus kemudian pihak keamanan yang bertugas di Kanjuruhan menghalau massa dengan tembakan gas air mata.

Sialnya, tembakan gas air mata itu tak hanya mengarah ke kerumunan massa di lapangan tapi juga ke arah tribun penonton.

Situasi itu membuat para penonton berusaha keluar dari stadion secepat mungkin, sehingga saling berdesakan di pintu keluar.

Kabarnya, mereka yang meninggal sebagian besar karena kesulitan bernafas dan terinjak-injak.

Pada saat Kanjuruhan rusuh, pemain dan ofisial kedua tim yang bertanding sudah keluar lapangan. Bahkan pemain Persebaya sudah dievakuasi keluar stadion menggunakan Barracuda.

Hingga Minggu sore ini, mobil ambulans masih silih berganti masuk ke sejumlah rumah sakit membawa korban tragedi Kanjuruhan Malang. (medil/pojoksatu)