Barcelona, Liverpool dan Klub Top Dunia Sampaikan Belasungkawa atas Tragedi Kanjuruhan Malang

Tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam, menewaskan setidaknya 187 orang (update Minggu sore). Sejumlah klub top dunia ikut berduka.
Tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam, menewaskan setidaknya 187 orang (update Minggu sore). Sejumlah klub top dunia ikut berduka.

POJOKSATU.ID, MALANG – Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam yang menewaskan ratusan suporter menjadi perhatian dunia. Sejumlah klub-klub top menyampaikan duka mendalam atas tragedi Kanjuruhan Malang itu.


Melalui akun media sosial resmi klub, Barcelona turut berbelasungkawa atas tragedi Kanjuruhan Malang.

“FC Barcelona berduka atas peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan di Indonesia dan menolak segala tindakan kekerasan baik di dalam maupun di luar lapangan,” tulis akun twitter @FCBarcelona, dipantau Pojoksatu.id, Minggu (2/10) sore WIB.

“Belasungkawa yang tulus kami sampaikan kepada keluarga dan teman-teman para korban,” lanjut akun tersebut.


Sementara di Inggris, akun resmi Premier League juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas insiden yang dalam informasi terbaru disebutkan menewaskan 187 orang.

“Pikiran semua orang di Liga Premier (Liga Inggris) adalah bersama dengan mereka yang terkena dampak peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan tadi malam,” cuitan akun twitter resmi Premier League, Minggu sore WIB.

BACA JUGA : Kapolri Didesak Ganti Kapolda Jatim dan Kapolres Malang, Imbas 182 Suporter Arema Tewas

Sementara itu, Man United memposting: “Manchester United sangat berduka atas tragedi di Malang, Indonesia. Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada para korban, keluarga mereka, dan semua orang yang terkena dampak.”

Ucapan duka juga datang dari Liverpool.

“Kami sangat sedih mendengar kejadian di Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia. Pikiran semua orang di Liverpool Football Club bersama semua yang terkena dampak saat ini,” tulis akun klub Merseyside itu.

Akun resmi Arsenal juga menulis ucapan duka senada.

BACA JUGA : Oknum Guru SMP di Kota Bogor yang Pegang-pegang Dada Siswi Akhirnya Ditangkap Polisi

“Kami sangat sedih mengetahui kejadian di Malang di Stadion Kanjuruhan Indonesia hari ini.”

“Bersama dengan semua orang yang menemukan koneksi melalui sepak bola, pikiran kami bersama semua orang yang terkena dampak tragedi ini,” tulis akun resmi The Gunners.

“Kami sangat sedih mendengar peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan di Indonesia. Pikiran kami bersama semua yang terkena dampak,” tulis akun Twitter Manchester City.

Sementara Presiden FIFA, Gianni Infantino juga telah menyampaikan duka mendalam atas tragedi Kanjuruhan Malang.

“Dunia sepak bola terkejut menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” kata Infantino, dikutip Pojoksatu.id di laman resmi FIFA, Minggu (2/10) sore WIB.

BACA JUGA : Tragedi Kanjuruhan Malang, Catatan Sejarah Terburuk Kedua Sepakbola Dunia, Siapa Tanggung Jawab

Pria kelahiran Swiss berkebangsaan Italia itu menyebut seluruh insan sepak bola dunia berduka atas meninggalnya ratusan orang saat Stadion Kanjuruhan rusuh, Sabtu malam.

“Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi di luar pemahaman,” ujarnya.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini.”

“Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang telah menjadi korban jiwa dan terluka, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia, pada saat yang sulit ini,” tutupnya.

Seperti diketahui, ratusan orang yang meregang nyawa pada tragedi Kanjuruhan Malang mayoritas adalah suporter Arema FC atau Aremania. Selain itu ada dua anggota polisi dan anak-anak.

Daily Mail, menulis kerusuhan Kanjuruhan menjadi salah satu tragedi olahraga mengenaskan di dunia.

Sebagian besar korban tewas terinjak-injak hingga tewas setelah polisi menembakkan gas air mata untuk menghalau massa atau menderita sesak napas dan kekurangan oksigen.

Kerusuhan menyebar di luar stadion di mana setidaknya lima kendaraan polisi terbalik dan dibakar di tengah kekacauan.

Lebih dari 300 orang dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka setelah kerusuhan tetapi banyak yang meninggal dalam perjalanan atau selama perawatan.

Sementara itu, akibat kerusuhan di Malang ini, seluruh kompetisi sepak bola Indonesia dihentikan sementara. Bahkan Presiden RI Joko Widodo meminta liga baru bisa dilanjutkan setelah evaluasi tragedi Kanjuruhan Malang rampung.(medil/pojoksatu)