2 Kali Kalahkan Curacao, STY Buat Indonesia Seperti Tak Terpaut 71 Tingkat

Pertandingan Indonesia vs Curacao di Stadion Pakansari Bogor, Selasa (27/9) malam, berakhir dengan skor 2-1. Foto: twitte/footballasean
Pertandingan Indonesia vs Curacao di Stadion Pakansari Bogor, Selasa (27/9) malam, berakhir dengan skor 2-1. Foto: twitte/footballasean

POJOKSATU.ID, BOGOR – Shin Tae Yong luar biasa. Kecerdasan pelatih asal Korea Selatan ini membuat Timnas Indonesia tak seperti negara yang berada 71 tingkat di bawah Curacao.


Dalam dua laga uji coba atau FIFA friendly match antara Indonesia vs Curacao, dua kali pula Timnas Garuda menang.

Performa Indonesia di lapangan, tak seperti negara yang berperingkat 155 melawan ranking 84 FIFA.

Bukan hanya mampu mengimbangi permainan lawan, Timnas Indonesia bahkan dua kali mengalahkan Curacao dalam empat hari.


Pada pertemuan pertama di Stadion GBLA, Sabtu (27/9) lalu, STY sudah menunjukkan bagaimana pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 lalu mampu menerapkan kontra strategi.

BACA JUGA : Ulama Terkemuka Quraish Shihab Sempat Cemas Lihat Anaknya Najwa Berdebat dengan Politikus

Terutama setelah anak asuhnya tertinggal lebih dulu.

Saat itu, dengan formasi 3-4-3, Indonesia kerepotan di awal laga karena lini tengah tidak diperkuat gelandang bertahan murni.

STY lalu menginstruksikan dua dari tiga bek tengah, Elkan Baggott dan Rachmat Irianto silih berganti naik ke tengah menjadi benteng pertama dalam situasi bertahan.

Perubahan taktik di tengah laga itu terbukti cukup merepotkan Curacao. Bahkan Indonesia bisa berbalik unggul 2-1.

Memang Curacao kembali bisa menyamakan kedudukan 2-2 sebelum jeda lewat serangan balik cepat.

BACA JUGA : Khawatir Ditelan Bumi, PVMBG Tegas Minta Lokasi Pergeseran Tanah di Bojongkoneng Dikosongkan

Tapi di babak kedua, kontra strategi STY atas kekurangan di lini tengah di babak pertama lebih ditingkatkan lagi.

Terutama dengan masuknya Marselino Ferdinan. Gelandang Persebaya Surabaya itu tidak hanya membantu Marc Klok dalam bertahan, tapi juga jadi penyuplai bola brilian.

Dan gol Dimas Drajad akhirnya menjadi penentu kemenangan Indonesia pada laga perdana ini.

Pada pertandingan kedua Indonesia vs Curacao di Stadion Pakansari Bogor, Selasa (27/9) malam, STY yang sudah hafal kekurangan timnya, berikut kelebihan tim lawan, langsung menurunkan formasi 4-5-1.

Bek tengah ‘hanya’ mengandalkan Elkan Baggott dan Rizky Ridho. Sementara Rachmat Irianto diplot sebagai gelandang bertahan.

BACA JUGA : Usai Dimaki-maki EsTeh Indonesia Mengaku Sudah Berdamai dengan Konsumennya

Tapi pada laga ini, peran Irianto jauh lebih besar dan agak rumit. Dalam situasi bertahan, ia ikut jadi bek tengah membentuk formasi 5-3-2.

Dalam situasi menyerang ia jadi gelandang box to box. Pada saat serangan balik, ia sudah berada di tengah untuk jadi benteng pertama pertahanan Garuda.

Dengan formasi awal 4-5-1 ini, STY juga memaksimalkan betul peran Pratama Arhan dan Yakob Sayuri untuk membantu serangan dari kedua sisi sayap. Keduanya juga sangat baik dalam bertahan.

Tak ayal, para pemain Curacao terpaksa harus bermain agak keras untuk meredam eksplosivitas para pemain Indonesia.

Akibatnya Juninho Bacuna mendapat kartu merah pada 10 menit terakhir dan berhasil dimaksimalkan Indonesia dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-87 lewat sontekan Dendi Sulistyawan.

Secara keseluruhan, STY telah menyulap Timnas Indonesia bermain sangat agresif. Pola serangan variatif dan pastinya tak gentar menghadapi para pemain Curacao yang banyak merumput di Eropa.

Update Ranking FIFA

Dua kemenangan atas Curacao pastinya akan mendongkrak peringkat Indonesia di ranking FIFA terbaru nanti.

Terutama karena Timnas Garuda menang atas negara yang peringkatnya jauh (selisih 71) di atas. Namun hasil pertandingan negara lain juga akan berpengaruh.

Dikutip Pojoksatu.id di laman resmi FIFA, federasi sepak bola dunia itu akan memperbarui lagi ranking FIFA pada 6 Oktober mendatang. (medil/pojoksatu)