Suporter Nyalakan Flare di Laga Indonesia vs Bangladesh, PSSI Siap-siap Kena Sanksi

Suporter menyalakan flare atau suar di Stadion Si Jalak Harupat pada laga Indonesia vs Bangladesh, Rabu (1/6) malam. Foto: antaranews.com/Michael Siahaan
Suporter menyalakan flare atau suar di Stadion Si Jalak Harupat pada laga Indonesia vs Bangladesh, Rabu (1/6) malam. Foto: antaranews.com/Michael Siahaan

POJOKSATU.ID, BANDUNG – Ulah oknum suporter yang menyalakan flare atau suar pada laga Indonesia vs Bangladesh dipastikan jadi masalah. PSSI kini siap-siap mendapat sanksi.


Seperti diketahui pertandingan uji coba internasional yang tercatat dalam agenda FIFA, Indonesia vs Bangladesh digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (1/6) malam.

Pertandingan Indonesia vs Bangladesh itu berakhir imbang tanpa gol. Namun menyisakan masalah bagi PSSI.


Awalnya, laga Timnas Indonesia melawan Bangladesh yang dihadiri hampir 9.000 penonton ini berjalan tertib.

Situasi berubah menjelang pertandingan berakhir. Suar berwarna tiba-tiba menyala dari tribun timur stadion. Ketika asap mulai menyebar, flare susulan datang dari tribun barat.

Hal tersebut membuat pandangan di lapangan sempat terganggu asap, tetapi laga tetap selesai tepat waktu.

BACA JUGA : Hasil Indonesia vs Bangladesh : Timnas Garuda Ditahan Imbang

Menanggapi adanya ulah oknum suporter yang menyalakan flare itu, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi angkat bicara.

“Kami sangat menyesalkan kejadian (flare) tersebut. Apalagi pertandingan itu masuk dalam ‘FIFA match day’,” ujar Yunus dikutip Pojoksatu.id dari Antaranews.com, Kamis (2/6).

Pria asal Gorontalo itu mengakui penjagaan dan pemeriksaan kepada penonton yang akan masuk ke stadion sudah dimaksimalkan.

BACA JUGA : Babak I Indonesia vs Bangladesh : Timnas Garuda Masih Sulit Cetak Gol

Namun ia menduga memang ada suporter yang nekat dan lolos dari penjagaan sehingga terjadilah hal yang ‘diharamkan’ FIFA itu.

“Sehebat apapun kemananan untuk menjaga dan memeriksanya, kalau ada niat dari suporter, hal itu sulit diatasi,” tuturnya.

PSSI, Yunus melanjutkan, kemungkinan besar akan disanksi denda oleh AFC karena flare tersebut. Namun, dia belum bisa memastikan jumlahnya.

BACA JUGA : Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh : Klok dan Lilipaly Berduet

“Saya tidak mau mengira-ngira,” kata Yunus.

PSSI sebelumnya telah beberapa kali mendapat hukuman denda dari AFC terkait flare ini. Namun, jumlahnya berbeda-beda.

Pada 2017, AFC mendenda PSSI sebesar 60.000 dolar AS (ketika itu setara sekitar Rp780 juta) karena ada nyala flare pada laga semifinal-final Piala Presiden 2017.

Pada 2014, PSSI juga dijatuhi denda sebesar 5.000 dolar AS (saat itu nilainya di kisaran Rp60 juta) lantaran flare dibakar pada laga Kualifikasi Piala Asia U-19 di SUGBK, Jakarta, yang mempertemukan Indonesia lawan Korea Selatan. (fat/pojoksatu)