Gagal di Liga Champions, Guardiola Bandingkan Belanja Man City dengan AS Roma

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, psg vs man city
Manajer Manchester City, Pep Guardiola.

POJOKSATU.ID, MANCHESTER – Manajer Manchester City, Pep Guardiola membuat pembelaan yang kurang pantas, setelah menuai kritik karena gagal di Liga Champions.


Mantan pelatih Barcelona itu meminta suporter memaklumi kegagalan timnya, sebab uang bukan segalanya. Ia membandingkan dengan kegagalan AS Roma yang disebutnya juga telah belanja banyak pemain baru.

Seperti diketahui, Man City tersingkir secara dramatis di semifinal Liga Champions setelah kalah 1-3 dari Real Madrid pada leg kedua, meski ungggul 4-3 pada leg pertama.


Sementara Roma melaju ke final Piala Konferensi edisi perdana (musim 2021/22). Tim asuhan Jose Mourinho itu akan menghadapi Feyenoord, di Tirana pada 25 Mei, berkat kemenangan agregat 2-1 atas Leicester City.

Atas kegagalan di Liga Champions, Guardiola dikritik karena relatif kurang berhasil di pentas Eropa.

Dia menanggapi selama konferensi pers dengan membuat perbandingan yang agak aneh.

“Bagi saya ini bukan masalah uang, dan para penggemar tidak menyadarinya,” kata juru taktik asal Spanyol itu, dikutip dari Football Italia.

“Roma juga telah menghabiskan banyak uang, tetapi mereka tidak berada di Liga Champions.”

Tidak sepenuhnya jelas dari mana dia mendapatkan ide bahwa Roma adalah pembelanja besar, mengingat Tammy Abraham adalah penandatanganan termahal dengan 40 juta euro dari Chelsea.

Tetapi angka itu diangsur selama beberapa musim untuk membuatnya lebih terjangkau.

Abraham adalah pemain termahal kedua dalam sejarah Roma, setelah Patrik Schick seharga 42 juta euro pada 2018.

Musim ini, Giallorossi juga membeli Marash Kumbulla dari Verona seharga 26,5 juta euro, Eldor Shomurodov dari Genoa seharga 18 juta euro.

Kemudian Matias Vina dari Palmeiras seharga 13,6 juta euro dan Rui Patricio seharga 11,8 juta euro dari Wolves.

Sebagai perbandingan, Manchester City menghabiskan 117,5 juta euro untuk Jack Grealish musim panas ini.

Gelandang Timnas Inggris itu bukan pemain andalan Guardiola, hanya bermain dari bangku cadangan dalam babak sistem gugur Liga Champions.(fat/pojoksatu)