Wasit Liga 3 Kena Semprot Ketua PSSI: Maaf, Saya Bicara Keras!

Ketua UmumĀ PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule. ft/firdausipojoksatu
Ketua UmumĀ PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule. (firdausi/pojoksatu)

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan akhirnya jengah juga dengan kepemimpinan wasit Liga 3. Tak jarang pertandingan kompetisi kasta ketiga sepak bola Indonesia itu berakhir ricuh karena kontroversi keputusan wasit.


Tak ayal, PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Tanah Air jadi sorotan.

BACA JUGA: 20 Fakta Menarik Jelang Liverpool vs Inter, Interisti Jangan Baca!

Dan hal itu ternyata membuat pria yang karib disapa Iwan Bule itu merasa kecewa dan terganggu.

Ia pun menggelar pertemuan virtual dengan para wasit dan asisten wasit yang memimpin Babak 16 Besar Liga 3 Nasional, Selasa (8/3).


Dalam pertemuan itu, Iwan Bule memberikan arahan sekaligus mengevaluasi kinerja wasit. Ia juga tidak segan memarahi para wasit Liga 3.

Salah satu yang menjadi sorotannya ialah kepemimpinan wasit yang kerap salah dan itu berulang.

Pertandingan yang sempat dibicarakan ialah laga antara Farmel FC dan Persikota yang berakhir 3-0.

Keputusan wasit Untung Santoso, asisten wasit pertama Hidayat dan asisten wasit kedua Yulianto saat itu sempat memicu protes keras pemain.

Presiden klub Persikota Prilly Latuconsina pun bahkan mengutarakan kekecewaannya.

“Saya kecewa dan merasa terganggu dengan adanya masalah keputusan kontroversial yang dibuat para wasit yang bertugas,” kata Iwan Bule, dikutip dair Jpnn.com.

Dia juga menegaskan pihaknya tak segan-segan untuk memarkir wasit Liga 3 dan memilih untuk menggunakan tenaga wasit-wasit dari luar negeri.

“Saya tidak ingin dicap ada permainan di dalam PSSI. Bisa berubah kalian? Saya berdarah-darah dan jatuh bangun membangun sepak bola yang sempat berhenti nyaris dua tahun,” tegasnya.

Iwan Bule meminta agar para wasit Liga 3 berubah dan menjalankan tugas dengan benar. Dia bahkan menyebut nama Wasit Thoriq Alkatiri yang dinilai bisa menjadi contoh dan panutan bagi mereka.

“Saya mohon ini diperbaiki karena saya kecewa. Jadi, maaf saya bicara keras. Bisa berubah atau tidak? Kalau tidak, tak usah jadi wasit, cari nafkah dan kerjaan lain,” tegasnya. (jpnn/fat/pojoksatu)