Tradisi Adu Jotos di Liga 3, Sudah 4 Pertandingan Farmel FC Kok Selalu Ricuh Ya?

Wasit yang memimpin laga Farmel FC VS NZR Sumbersari dikeroyok pemain NZR. Foto: tangkapan layar instagram lingkar-garuda
Wasit yang memimpin laga Farmel FC VS NZR Sumbersari dikeroyok pemain NZR. Foto: tangkapan layar instagram lingkar-garuda

Itu setelah tim NZR Sumbersari merasa dirugikan dengan hadiah penalti buat Farmel FC di akhir laga dan membuat skor menjadi imbang 1–1. Hasil ini membuat NZR Sumbersari gagal lolos dari babak 64 besar Liga 3.


PSBL Langsa juga jadi ‘korban’ Farmel FC, pada laga yang berakhir dengan skor 4–1 untuk Farmel FC di Stadion Jala Krida AAL, (18/2).

Di pertandingan ini, kepemimpinan wasit juga dinilai merugikan tim PSBL Langsa seperti penalti yang didapat Farmel FC dan keputusan lainnya.

Bahkan pelatih PSBL Langsa, Azhar menyindir perangkat pertandingan serta Farmel FC dalam unggahan di akun Instagramnya.


“Terimakasih mafia, terimakasih oknum. Kalian mengajarkan anak-anak pesepakbola Aceh untuk tidak percaya lagi dengan sepakbola Indonesia,” tulis Azhar.

Dan terbaru, pertandingan babak 16 besar Liga 3 musim 2021–2022, Minggu (6/3), Farmel FC kembali diuntungkan oleh keputusan wasit yang menuai kontroversi.

Contohnya saat pemain Persikota yang berdiri pada posisi onside yang kemudian oleh wasit dinilai offside dan penalti kontroversi yang diberikan wasit kepada Farmel FC.

Pada pertandingan ini Farmel FC berhasil mengalahkan Persikota Tangerang dengan skor 3–0.

Dalam laga ini, terjadi beberapa kali insiden kericuhan dan puncaknya pada menit ke-57 ketika lapangan Gelora Delta Sidoarjo mendadak jadi arena tinju massal, adu jotos ramai-ramai.(fat/pojoksatu)

@pojoksatu.id

Kericuhan kembali mewarnai pertandingan Liga 3 musim 2021/22. Selengkapnya klik baca artikel dari #pojoksatu #tiktokberita

♬ suara asli – Pojoksatu – Pojoksatu