Tradisi Adu Jotos di Liga 3, Sudah 4 Pertandingan Farmel FC Kok Selalu Ricuh Ya?

Wasit yang memimpin laga Farmel FC VS NZR Sumbersari dikeroyok pemain NZR. Foto: tangkapan layar instagram lingkar-garuda
Wasit yang memimpin laga Farmel FC VS NZR Sumbersari dikeroyok pemain NZR. Foto: tangkapan layar instagram lingkar-garuda

Kekecewaan Bandung United kepada wasit sudah terjadi sejak babak pertama, bahkan di babak kedua laga sempat terhenti lantaran wasit mengeluarkan keputusan kontroversi, di antaranya memberikan kartu merah kepada Saiful pada menit ke-51 dan Rizki Arohman pada menit 61.


Puncaknya, menjelang berakhirnya laga pada menit 88, saat penjaga gawang Bandung United, Satrio Azhar diganjar kartu merah.

BACA JUGA: Babak 16 Besar Liga 3 Farmel FC vs Persikota: Ricuh Lagi, Adu Jotos Lagi

Tak hanya kiper, satu pemain lainnya Andri Febriansyah juga diusir keluar, sehingga ada empat kartu merah yang diberikan oleh wasit.

Pemain yang menjadi penjaga gawang dadakan, Arsan Makarin sebenarnya bisa memblok tendangan penalti Ikhsan Ilham, namun dengan cepat Ikhsan menyambar bola dan memasukkannya ke gawang.


Pemain Bandung United, tampak memberikan gestur tepuk tangan kepada pemain lawan yang berhasil menjebol gawang sekaligus mengadakan keunggulan Farmel FC menjadi 2–0.

Tak lama berselang, Farmel FC kembali melakukan serangan, namun sebagai bentuk kekecewaan kepada wasit yang memimpin pertandingan, pemain Bandung United tampak membiarkan bola sepakan pemain lawan masuk ke gawangnya. Sehingga, skor berubah menjadi 3–0.

Saat pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, ofisial dan pemain Bandung United tampak memberikan tepuk tangan kepada wasit sebagai bentuk kekecewaan.

Ketika Farmel FC menghadapi NZR Sumbersari FC, terjadi keributan antara ofisial dan pemain NZR Sumbersari dengan perangkat pertandingan.