Kalah dari Inter di Piala Super Italia, Juventus Ubah Rencana Transfer, Bidik Eks Kapten Nerazzurri

Pertandingan perebutan Piala Super Italia 2021 antara Inter Milan melawan Juventus di Stadion San Siro, Kamis (13/1/2022) dini hari WIB. Foto: laman football italia
Pertandingan perebutan Piala Super Italia 2021 antara Inter Milan melawan Juventus di Stadion San Siro, Kamis (13/1/2022) dini hari WIB. Foto: laman football italia

POJOKSATU.ID, MILAN – Juventus tampaknya akan mengubah rencananya di jendela transfer Januari 2022 ini setelah kekalahan dari Inter Milan dalam perebutan juara Piala Super Italia 2021, Kamis (13/1/2022) dini hari WIB.


Pakar transfer Italia, Alfredo Pedulla, tidak menampik penegasan Massimiliano Allegri baru-baru ini yang mengaku tidak akan ada penambahan pemain baru pada musim dingin ini.

BACA JUGA: Juara Piala Super Italia, Bagi Inter Milan Lebih dari Sekadar Trofi

Tapi kekalahan kemarin malam dari Inter dapat meyakinkan Juventus untuk mengubah rencana mereka di jendela transfer Januari.

Alfredo Pedulla mengklaim Bianconeri sekali lagi menghubungi PSG Kamis pagi waktu setempat untuk membahas transfer Mauro Icardi.


PSG terbuka untuk menjual mantan kapten Inter Milan itu dengan kesepakatan permanen, tetapi Juventus mencari cara untuk meminjamnya.

PSG resmi mempermanenkan Mauro Icardi dari Inter Milan, diumumkan pada Minggu (31/5/2020).
PSG resmi mempermanenkan Mauro Icardi dari Inter Milan, diumumkan pada Minggu (31/5/2020).

Itu sebabnya penyerang Sassuolo Gianluca Scamacca adalah target utama Si Nyonya Tua, untuk musim panas mendatang.

Gelandang Ajax Ryan Gravenberch adalah ‘impian’ Juventus di lini tengah, tetapi terlepas dari hubungan mereka yang sangat baik dengan agen gelandang Mino Raiola, kecil kemungkinan Lancers akan menjual pemain berusia 19 tahun itu pada Januari.

Juventus juga berharap untuk menjual Arthur dan Aaron Ramsey.

Gelandang Brasil telah menerima tawaran untuk bergabung dengan Arsenal dengan status pinjaman, tetapi Nyonya Tua perlu mencari pengganti sebelum membiarkan mantan pemain Barcelona itu pergi.

Karena situasi keuangan yang sulit, Juventus hanya bisa menargetkan pemain baru dengan status pinjaman atau bebas transfer. (fat/pojoksatu)