5 Masalah Serius Los Blancos Jelang Inter Milan vs Real Madrid

Preview Inter Milan vs Real Madrid, Simonez Inzaghi akan beradu taktik dengan Carlo Ancelotti di Giuseppe Meazza, Kamis (16/9/2021) dini hari WIB.

POJOKSATU.ID, MILAN – Laga perdana Grup D Liga Champions 2021/22 langsung menyajikan super bigmatch, Inter Milan vs Real Madrid, Kamis (16/9/2021) dini hari WIB.


Pertandingan Inter Milan vs Real Madrid di Giuseppe Meazza ini diprediksi akan berjalang seru, mengingat kedua tim sedang bagus-bagusnya di kompetisi domestik.

BACA JUGA: Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Sheriff, Liverpool vs Milan, Inter vs Madrid dan PSG

Inter menempati peringkat 4 klasemen sementara Serie A dengan belum terkalahkan dalam tiga laga awal musim ini.

Sementara Real Madrid lebih moncer di La Liga dengan duduk sebagai pemuncak klasemen.


Namun, tim asuhan Carlo Ancelotti ini belum menemui lawan yang selevel Inter Milan, klub penghuni empat besar klasemen Serie A.

Los Blancos hanya melawan tim-tim seperti Deportivo Alaves, Levante, Real Betis, dan Celta Vigo.

Artinya, laga melawan Inter bakal menjadi ujian sesungguhnya Real Madrid.

Berikut 5 masalah serius Real Madrid jelang jumpa Inter:

BACA JUGA: Jadwal Bola Malam Ini, 14 September: Matchday 1 Liga Conference dan Liga Champions

1. Eden Hazard Belum Menemukan Bentuk Terbaiknya

Real Madrid habis-habisan pada musim panas 2019 untuk merekrut Eden Hazard dari Chelsea. El Real mengeluarkan 115 juta euro untuk bintang Belgia tersebut.

Hazard rencananya bakal diplot sebagai penerus Cristiano Ronaldo yang saat itu membelot ke Juventus.
Sayang, cedera kerap menghalanginya untuk menampilkan performa terbaik.

Pria 30 tahun ini telah memainkan empat pertandingan La Liga untuk Real Madrid musim ini, tetapi Hazard belum pernah menyelesaikan laga hingga 90 menit penuh.

2. Kelelahan Karim Benzema

Tanpa kehadiran Ronaldo, Madrid hanya mengandalkan Benzema seorang sebagai juru gedor.

Striker Prancis itu telah menjadi pemain Real Madrid yang paling konsisten selama tiga musim terakhir.

Namun, musim ini tugasnya mulai berat karena dia juga kerap dipanggil timnas Prancis usai absen membela tim Ayam Jantan selama enam tahun.

3. Carlo Ancelotti Tak Punya Rencana Cadangan

Ancelotti adalah sosok di balik gelar La Decima Real Madrid di Liga Champions. Tidak hanya membawa Los Blancos meraih trofi ke-10 UCL, Ancelotti turut mempersembahkan mahkota Copa Del Rey di tahun yang sama.

Namun, entrenador asal Italia ini terkenal sebagai sosok yang kurang fleksibel dalam hal rencana permainan timnya.

Ancelotti kerap mempertahankan skuad kesukaannya meskipun Madrid sedang dalam keadaan tertekan.

4. Performa Buruk Casemiro

Seperti Benzema, Casemiro selalu bermain untuk klub dan negaranya selama setahun terakhir. Performa gelandang Brasil ini dirusak kelelahan.

Akibatnya, Casemiro tampil jauh di bawah standarnya. Hal ini sangat mempengaruhi aliran bola Madrid karena sang gelandang kerap menyuplai umpan manis untuk lini depan Los Blancos.

5. Lini Belakang Real Madrid Keropos

Real Madrid kehilangan Raphael Varane dan Sergio Ramos di jendela transfer musim panas ini. Mereka tinggal menyisakan Nacho Fernandez dan Eder Militao sebagai bek tengah alami.

David Alaba memang bisa ditempatkan sebagai center back, tetapi posisi sebenarnya ialah full back kiri.

Kurangnya kualitas di posisi bek tengah telah dimanfaatkan oleh tim La Liga, seperti Celta Vigo dan Levante.

Los Blancos kebobolan lima gol dalam dua pertandingan tersebut, yaitu saat bermain 3-3 melawan Levante, dan 5-2 kontra Celta Vigo.(jpnn/fat/pojoksatu)