Presiden Real Madrid Cap Ronaldo Bodoh, Mourinho Tidak Normal

Presiden Real Madrid, Florentino Perez dan Cristiano Ronaldo.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez dan Cristiano Ronaldo.

POJOKSATU.ID, MADRID – Presiden Real Madrid, Florentino Perez ternyata menganggap Cristiano Ronaldo sebagai orang bodoh dan Jose Mourinho tidak normal.


Pernyataan itu masih dari rekaman percakapan Perez pada 2012 yang bocor ke publik.

BACA JUGA: Rekaman Percakapan Florentino Perez Bocor, Sebut 2 Legenda Real Madrid Penipu!

El Confidencial tampaknya membeberkan satu per satu isi rekaman percakapan Perez. Selasa (13/7/2021) kemarin diungkap bahwa Perez menyebut Iker Casillas dan Raul Gonzalez sebagai penipu.

Kini, Rabu (14/7), El Confidencial mengungkap bahwa Perez juga mencap Ronaldo bodoh dan Mourinho tidak normal.


Ini adalah rekaman terbaru Perez yang dirilis oleh situs Spanyol setelah pembicaraan dari tahun 2006 menyebut mantan bintang Real Madrid Iker Casillas dan Raul sebagai penipu diterbitkan pada hari Selasa.

Perez, yang kembali sebagai presiden Real Madrid pada 2009, mengatakan pada hari Selasa bahwa rekaman itu telah diambil di luar konteks.

Dalam file suara terbaru yang dirilis oleh El Confidencial, Perez terdengar mengatakan tentang Ronaldo: “Dia gila. Orang ini bodoh, dia sakit.”

“Apakah kamu pikir orang ini normal? Dia tidak normal, kalau tidak dia tidak akan melakukan hal-hal yang dia lakukan. Hal bodoh terakhir yang dia lakukan, semua orang di seluruh dunia melihatnya,” bunyi rekaman itu, dikutip dari The Independent.

Sementara latar belakang komentar tidak jelas, Perez melanjutkan dengan mengatakan baik Ronaldo dan Mourinho, yang berada di klub pada saat itu: “Ini adalah orang-orang dengan ego besar, keduanya manja.”

“Dia [Ronaldo] dan pelatih [Mourinho] tidak melihat kenyataan karena keduanya bisa menghasilkan lebih banyak uang jika mereka berbeda. Mereka berdua tidak normal karena kita berbicara tentang banyak uang dalam hak gambar.”

Pernyataan Perez, yang dirilis oleh Real Madrid pada hari Selasa, mengklaim bahwa rekaman dirilis sekarang karena keterlibatannya sebagai presiden Liga Super Eropa yang bernasib buruk.

“Komentar diambil di luar konteks saat dibuat. Bahwa mereka direproduksi sekarang, setelah bertahun-tahun, saya percaya karena peran saya sebagai salah satu promotor Liga Super Eropa,” kata Perez menanggapi beredarnya rekaman pembicaraanya.

“Saya telah menyerahkan masalah ini ke pengacara saya yang sedang mempelajari kemungkinan mengambil tindakan hukum,” tambahnya. (fat/pojoksatu)