Minta PSSI Buka Hati untuk 4 Pemain Ini, Beukering: Mereka Berhak Membela Tanah Leluhurnya

Jhony van Beukering ketika berlatih sebagai pemain Timnas Indonesia.
Jhony van Beukering ketika berlatih sebagai pemain Timnas Indonesia.

POJOKSATU.ID, JAKARTA – PSSI diminta membuka diri untuk meloloskan keinginan sejumlah pemain keturunan yang juga ingin membela Timnas Indonesia.


Sorotan itu disampaikan mantan pemain Timnas Indonesia lewat jalur naturalisasi, Jhonny van Beukering.

BACA JUGA: Jhonny van Beukering Bikin Heboh, Sindir Indra Sjafri Soal Pemain Naturalisasi

Beukering menyayangkan sikap PSSI yang menutup ruang bagi sejumlah pemain berdarah Indonesia untuk membela Timnas Garuda.

Lebih khusus, Beukering menyindir Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri.


Sindiran itu disampaikan Beukering lewat akun Instagramnya, @jhonnyvanbeukering.

Pria kelahiran Velp, Belanda itu menganggap bahwa empat pemain keturunan pantas dinaturalisasi untuk membela Timnas Indonesia.

Keempat pemain yang disebutkan oleh Jhonny van Beukering meliputi Sandy Walsh, Ezra Walian, Kevin Diks, dan Joey Suk.

Khusus Ezra Walian, sebenarnya pemain Persib Bandung itu telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak 2017, namun masih ilegal untuk memperkuat Timnas Indonesia di kalender FIFA.

“Buka hati, buka pikiran, mereka sama seperti kamu yang punya hak untuk membela tanah leluhur mereka. Darah yang mengalir tidak bisa dihapus. Mereka juga orang Indonesia,” tulis Jhonny van Beukering.

“Khusus untuk Pak Indra Sjafri, mereka, Sandy Walsh, Ezra Walian, Kevin Diks, dan Joey Suk, juga Indonesia,” tambah mantan pemain Feyenoord Rotterdam ini.

Baik Sandy Walsh, Kevin Diks, dan Joey Suk sebenarnya mau dinaturalisasi untuk membela Timnas Indonesia.

Namun, PSSI sampai saat ini belum menindak lanjuti keinginan ketiganya, kecuali nama kedua.

Dalam pemberitaan di lamannya pada September 2020, PSSI mengklaim Kevin Diks tidak bisa memperkuat Timnas Indonesia sekalipun dinaturalisasi karena terbentur Statuta FIFA.

Jhonny van Beukering adalah pemain naturalisasi yang gagal bersama Timnas Indonesia.

Bomber bertubuh gempal ini beralih kewarganegaraan dari Belanda menjadi WNI pada 2011.

Setelah dinaturalisasi, Jhonny van Beukering hanya sekali memperkuat Timnas Indonesia. Yaitu ketika tampil di Piala AFF 2012.

Tak ayal, PSSI pun jadi sorotan kala itu karena dianggap melakukan blunder dengan menaturalisasi Jhonny van Beukering.

Itu karena penampilannya tak seperti seorang atlet, berbadan gempal dan pergerakannya di lapangan tak selincah yang diharapkan. (fat/pojoksatu)