Tottenham Incar Mantan Pelatih Inter Milan Jadi Pengganti Mourinho

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte.
Mantan Pelatih Inter Milan, Antonio Conte.

POJOKSATU.ID, LONDON – Tottenham Hotspur dilaporkan tengan negosiasi intensif dengan mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte.


Spurs belum menunjuk pengganti permanen Jose Mourinho yang dipecat pada April setelah 17 bulan bertugas. Adapun Ryan Mason mengambil alih sementara dan tugasnya sudah berakhir setelah Liga Inggris musim 2020/21 rampung.

BACA JUGA: Euro 2020 Grup B: Ini Daftar Skuat Denmark, Finlandia, Belgia dan Rusia

Tapi sekarang Sky Sport Italia mengklaim mantan bos Chelsea dan Inter, Antonio Conte – yang meninggalkan Inter Milan bulan lalu – sedang dalam pembicaraan untuk kembali ke Liga Premier.


Sportsmail meyakini Conte telah mengadakan diskusi tentang kemungkinan jadi manajer baru Spurs setelah sejumlah kandidat potensial gagal direkrut.

Julian Nagelsmann setuju untuk bergabung dengan Bayern Munich dari RB Leipzig dan Brendan Rodgers telah menegaskan komitmennya tetap bersama pemenang Piala FA Leicester. Meski mereka kehilangan empat besar pada hari terakhir musim ini.

Sementara itu Ajax telah memperpanjang kontrak manajer Erik ten Hag untuk satu tahun lagi hingga 2023.

Sehingga laporan terbaru, seperti diungkap Fabrizio Romano, menunjukkan bahwa tim London Utara hampir menyetujui kesepakatan dengan Conte.

Klub juga telah mengadakan pembicaraan dengan mantan bos Mauricio Pochettino tentang kemungkinan kembali ke Stadion Tottenham Hotspur. Tetapi laporan terbaru menunjukkan PSG tidak berniat membiarkan pelatih Argentina itu pergi setelah baru enam bulan bertugas.

Conte berhenti sebagai bos Inter Milan hanya seminggu setelah mempersembahkan Scudetto pertama mereka dalam 11 tahun. Pelatih 51 tahun itu frustrasi dengan kurangnya sumber daya keuangan klub.

Dia dilaporkan berharap untuk menghabiskan musim panas ini dalam upaya untuk memastikan klub mempertahankan cengkeraman mereka pada Scudetto, tetapi Inter merasakan efek dari pandemi Covid dan dipaksa untuk menguangkan sejumlah pemain. (fat/pojoksatu)