Murtad dari UEFA karena ESL, 6 Klub Top Inggris Termasuk Chelsea dan Man City Terancam Sanksi 2 Tahun

Pertandingan Chelsea lawan Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis (6/5/2021) dini hari WIB. ft/twitter @ChampionsLeague, hasil chelsea vs madrid
Pertandingan Chelsea lawan Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis (6/5/2021) dini hari WIB. ft/twitter @ChampionsLeague

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Enam klub top Inggris kini siap-siap menanggung risiko dari keputusan mereka beberapa waktu lalu bergabung dengan European Super League (ESL) atau Liga Super Eropa.


Laporan terbaru menyebutkan bahwa UEFA tengah mempertimbangkan sanksi berat kepada enam klub top Inggris.

BACA JUGA: Ditinggal Para Inisiator Liga Super Eropa, Florentino Perez: Anda Tidak Bisa Pergi Begitu Saja

Mereka adalah Manchester United, Chelsea, Arsenal, Liverpool, Tottenham dan Manchester City adalah bagian dari 12 klub yang sempat murtad dari UEFA.

Mereka mencoba membentuk kompetisi memisahkan diri UEFA, yaitu ESL. Tetapi mendapat reaksi keras dari berbagai pihak.


Sekitar dua pekan lalu, dipimpin Real Madrid, klub-klub top Eropa mendeklarasikan ESL yang di dalamnya termasuk enam klub top Inggris itu.

Pengumuman itu langsung menuai reaksi keras dari penggemar, pakar, dan bahkan pemain.

Lalu keenam klub Inggris menyatakan mundur dalam waktu 48 jam setelah pengumuman ESL.

Meskipun mereka telah mengumumkan niat mereka untuk mundur, secara resmi itu belum terjadi.

Sebab ketua kompetisi Florentino Perez (Presiden Real Madrid) terus menyatakan bahwa kompetisi ESL akan tetap berjalan.

Kini banyak yang mendorong UEFA dan Operator Premier League memberikan hukuman berat kepada klub yang terlibat dalam ESL.

Laporan ESPN, bahwa salah satu hukuman yang dipertimbangkan oleh UEFA adalah larangan dua tahun tampil di kompetisi Eropa, Liga Champions dan Liga Europa.

Ini akan menjadi sanksi terkuat yang tersedia yang mungkin akan dijatuhkan UEFA, di mana-klub itu akan dilarang ambil bagian di kompetisi Eropa.

Meskipun sanksi ini diyakini akan digunakan untuk menekan Real Madrid, Barcelona, ​​Juventus, dan AC Milan untuk juga mundur dari Liga Super, sanksi tersebut masih dapat digunakan pada klub-klub yang tidak resmi mengundurkan diri.

Keempat klub tersebut terus bertahan dalam ESL, melihat posisi mereka cukup kuat untuk lolos dari hukuman apapun.

ESPN juga menyatakan bahwa pihak Inggris telah bernegosiasi dengan UEFA mengenai kesepakatan untuk diberikan hukuman yang lebih ringan setelah mereka secara resmi mundur dari Liga Super. (fat/pojoksatu)