Mundur dari Liga Super Eropa Didenda Rp5,2 Triliun? Angkanya Salah!

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, liga super eropa, esl
Presiden Real Madrid, Florentino Perez.

POJOKSATU.ID, MADRID – Pihak European Super League (ESL) atau Liga Super Eropa membantah denda sebesar 300 juta euro atau sekitar Rp5,2 triliun) bagi klub yang mundur dari kompetisi kontroversial ini.


Seperti diketahui, hingga Jumat (23/4/2021) hari ini, setidaknya 10 dari 12 pendiri Liga Super Eropa sudah mundur.

BACA JUGA: Barcelona dan Real Madrid Harus Terima Kenyataan, Liga Super Eropa Sudah Mati

Hal itu menyusul erasnya gelombang protes terhadap kompetisi yang memisahkan diri dari UEFA dan FIFA itu.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez salah satu inisiator Liga Super Eropa sampai saat ini masih menolak untuk menyerah pada Liga Super yang gagal.


Namun Peres belum mengungkapkan betapa mahalnya “kontrak yang mengikat” bagi masing-masing 12 klub yang terlibat.

Mayoritas dari klub yang terlibat itu mundur dari Liga Super, meskipun Perez menegaskan bahwa “tidak ada yang meninggalkan Liga Super, tidak ada yang mendapat hukuman (denda)”.

Vozpopuli telah melaporkan bahwa biaya yang harus dibayar klub yang mundur dari proyek itu sebesar 300 juta euro (Rp5,2 triliun), tetapi sumber Liga Super bersikeras bahwa jumlah yang dikutip itu salah.

Dikutip Pojoksatu.id dari Marca, klausul denda tersebut terkait dengan pinjaman 3,2 miliar euro yang diterima JP Morgan untuk memastikan kelangsungan proyek Liga Super Eropa.

Entah bagamana sebenarnya denda yang mereka sepakati, pastinya gugatan hukum akan segera dimulai. (fat/pojoksatu)