Nasib Klub Pendiri Liga Super Eropa: Uang Rp160 Miliar Hilang Percuma, Terancam Sanksi karena Mundur

Nasib European Super League atau Liga Super Eropa. ft/twitter trollfootball
Nasib European Super League atau Liga Super Eropa. ft/twitter trollfootball

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Maju kena mundur kena. Ungkapan klasik ini pantas disematkan kepada sejumlah klub pendiri Liga Super Eropa. Terutama mereka yang sudah menyatakan mundur dari kompetisi kontroversial itu.


Liga yang memisahkan diri badan sepakbola resmi UEFA dan FIFA diumumkan pada Minggu (18/4/2021) lalu.

BACA JUGA: Duo Raksasa Spanyol Juga Mundur, Liga Super Eropa Bubar?

Pesertanya 12 klub. Tiga dari Italia dan Spanyol, enam sisanya dari Inggris.

Tapi hanya dua hari setelah pengumuman, Liga Super Eropa dikabarkan akan bubar.


Satu per satu kontestan mengundurkan diri karena derasnya gelombang protes, baik dari suporter maupun petinggi UEFA dan FIFA.

Dikutip Pojoksatu.id dari Mail Online, 12 klub pendiri yang terlibat dalam proyek Liga Super yang naas itu akan mengalami kerugian keuangan cukup besar.

Sejauh ini uang 8 juta poundsterling atau setara dengan Rp160 miliar yang disetor yang pendirian liga ini dipastikan hilang percuma.

Mereka yang menyatakan mundur juga terancam sanksi finansial karena melanggar kesepakatan.

Namun dipahami keputusan yang diambil klub-klub seperti Chelsea, Manchester City, Inter Milan, AC Milan dan lainnya karena keterlibatan mereka di Liga Super Eropa atau European Super League ditentang banyak pihak.

Belum lagi hak mereka di UEFA dan FIFA akan dicabut, termasuk bagi pemain yang akan dilarang tampil di kompetisi atau turnamen yang digelar badan sepak bola resmi itu.

Tampaknya situasi ini akan jadi awal dari masalah keuangan mereka, karena klub-klub Inggris yang terlibat – Manchester United, Liverpool, Chelsea, Arsenal, Tottenham, dan Manchester City – dapat menghadapi penalti finansial karena mengundurkan diri.

Setiap klub menandatangani kontrak Liga Super minggu lalu yang mengikat mereka ke kompetisi setidaknya selama tiga tahun.

Dan pengacara yakin dokumen tersebut kemungkinan akan mengancam hukuman besar karena membatalkan rencana begitu cepat.

Dengan sebagian besar klub yang terlibat sudah menghadapi kekhawatiran finansial akibat pandemi virus corona, runtuhnya proyek yang memalukan itu bisa menimbulkan konsekuensi serius. (fat/pojoksatu)