Florentino Perez Wacanakan Durasi Pertandingan Kurang dari 90 Menit di Liga Super Eropa

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, liga super eropa, esl
Presiden Real Madrid, Florentino Perez.

POJOKSATU.ID, MADRID – Presiden Real Madrid, Florentino Perez yang merupakan salah satu penggagas European Super League (ESL) atau Liga Super Eropa, menyebut durasi kompetisi yang menuai kontroversi itu mungkin kurang dari 90 menit.


Menurut Florentino Perez, pengurangan durasi pertandingan ini penting untuk tetap membuat kaum anak muda betah menonton sepak bola.

BACA JUGA: Bayern Munich Tolak Liga Super Eropa, UEFA Hadiahi Rummenigge Jabatan Istimewa

Pembentukan Liga Super yang sangat kontroversial disambut beragam reaksi karena meningkatnya tekanan terhadap klub-klub yang terlibat dalam kompetisi tersebut.


Perez, 74, akan menjadi presiden pertama Liga Super Eropa dan dengan gigih membela klub-klub yang terlibat dalam kompetisi tersebut.

Kini bos Los Blancos mengklaim bahwa 40 persen anak muda – usia antara 16 hingga 24 tahun – tidak tertarik pada sepak bola.

Mereka lebih suka mencari hiburan lain ketimbang menonton atau bermain game sepak bola.

Perez juga berpendapat bahwa pertandingan 90 menit “terlalu lama” dan mereka “harus mengubah sesuatu jika ingin sepakbola tetap hidup.”

Pria Spanyol itu mengatakan kepada El Chiringuito: “Sepak bola harus berubah dan beradaptasi.”

“Kami harus menganalisis mengapa anak muda, usia 16 hingga 24 tahun, 40 persen dari mereka tidak tertarik sepak bola,” ujar Perez, dikutip Pojoksatu.id dari Sport Bible.

“Mengapa? Karena ada banyak pertandingan berkualitas rendah, dan mereka memiliki platform hiburan lain.”

“Itu kenyataan. Mereka bilang permainannya terlalu lama. Kita harus mengubah sesuatu jika kita ingin sepakbola tetap hidup.”

Perez menambahkan: “Terkadang kita tidak memahami anak atau cucu kita.”

“Mereka adalah generasi yang berbeda, dunia berubah.”

“Jika anak muda tidak menonton keseluruhan pertandingan, itu karena tidak cukup menarik, atau kita harus mempersingkat permainan.”

“Ada pertandingan yang bahkan saya tidak bisa menonton semuanya, jujur ​​saja.”

Petisi seorang penggemar melawan Liga Super telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan yang mengejutkan sejak berita menyebar seputar kompetisi yang baru-baru ini diumumkan.

Bintang Inggris James Corden, sementara itu, mengakui bahwa dia kecewa berat dan mengecam pemilik klub kontestan Liga Super Eropa. (fat/pojoksatu)