Milan Juara Paruh Musim, Ibrahimovic: Tidak Ada Artinya Buat Saya

Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic.
Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic.

POJOKSATU.id, MILAN – AC Milan dipastikan sebagai juara paruh musim Serie A 2020/21 atau biasa disebut campione d’inverno. Meski demikian, ‘gelar tanpa trofi’ ini tidak ada artinya bagi bomber Milan, Zlatan Ibrahimovic.


Pada pertandingan terakhir putaran pertama musim ini, giornata ke-19, Milan kalah 0-3 dari Atalanta di San Siro, Minggu (24/1/2021) dini hari WIB.

Meski kalah, Milan tetap menyegel status campione d’inverno karena pada saat bersamaan, rival terdekat yang juga tim sekota, Inter Milan gagal mengalahkan Udinese. Kedua tim bermain imbang 0-0.

Menyikapi hasil memalukan yang diraih Milan lawan Atalanta, Ibrahimovic mengungkapkan kekesalannya.


“Banyak yang salah hari ini. Saya tidak ingin mencari alasan, karena dalam setiap pertandingan Anda harus pergi ke sana untuk mendapatkan hasil. Kami tidak melakukannya hari ini,” kata Ibrahimovic kepada Sky Sport Italia.

“Yang penting sekarang adalah memulihkan energi kami dan fokus pada pertandingan berikutnya. Untungnya, masih ada beberapa hari lagi, jadi miliki kesempatan untuk menebusnya.”

“Setelah setengah putaran di mana kami hanya kalah dalam dua pertandingan di Serie A, saya pikir itu tidak terlalu buruk. Sayangnya, ketika Anda kehilangan begitu banyak pemain dan memiliki beberapa pemain yang tidak berpengalaman untuk menggantikan mereka, Anda bisa tahu.”

Ibrahimovic tidak mau terlalu jauh mengomentari ketimpangan skuat utama Milan dan cadangannya.

“Itu bukan alasan. Kami bekerja keras dan berkorban. Kami adalah Juara Musim Dingin, tapi itu tidak berarti apa-apa bagi saya, selain saya rasa kami telah melakukannya dengan baik sejauh ini. Bagian yang sulit dimulai sekarang,” ujarnya.

Pada laga kontra Atalanta, pelatih Milan, Stefano Pioli membuat kejutan dengan memilih Soualiho Meite dalam peran trequartista di belakang Ibra, ketimbang Brahim Diaz. Dan percobaan itu gagal.

“Saya merasa terisolasi di babak pertama. Saat bola mencapai saya, saya membutuhkan seseorang untuk bermain. Malahan saya merasa sangat sendirian, tapi mungkin itu juga karena permainan menekan Atalanta,” kata Ibrahimovic.

“Itu juga yang terjadi pada Josip Ilicic hari ini. Jika Anda menekannya, itu menjadi sulit baginya, tetapi dia memiliki banyak ruang hari ini dan bisa mencetak lebih banyak gol. Itu sama bagi saya, jika Anda tidak menekan saya, tentu akan lebih mudah.”

Ibra memang memiliki rekan setim baru di Milan, seperti Mario Mandzukic masuk dan hampir mencetak gol.

“Mandzukic tidak banyak bicara. Saya mencoba untuk menyapanya dalam bahasa Slavia, dalam bahasa Italia… Pelatih bertanya apakah dia ingin mengatakan beberapa patah kata dan dia berkata tidak. Dia bukan pembicara, tapi tidak apa-apa, dia sangat terkonsentrasi,” pungkasnya.

(fat/pojoksatu)