Kualitasnya Disia-siakan Conte, Eriksen Bakal Tinggalkan Inter

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte memberikan instruksi kepada Christian Eriksen.
Antonio Conte ketika masih melatih Inter Milan, memberikan instruksi kepada Christian Eriksen.

POJOKSATU.id, MILAN – Christian Eriksen mungkin menyesali keputusannya bergabung dengan Inter Milan pada Januari 2020 lalu. Meninggalkan Tottenham Hotspur dengan status sebagai pemain bintang, malah jadi langganan bangku cadangan di Giuseppe Meazza.


Di bawah asuhan Antonio Conte, Eriksen gagal menunjukkan kapasitasnya sebagai playmaker kelas dunia.

Sejak bergabung dengan Inter, pemain 28 tahun itu sudah mencatat 16 penampilan di semua kompetisi. Tapi baru mencetak tiga gol dan tiga assist sejauh ini.


Khusus di Serie A, pemain Timnas Denmark ini baru mencatat 11 penampilan. Itupun enam kali masuk dari bangku cadangan.

Pertandingan terakhir lawan Torino, Eriksen dimainkan ketika laga menyisakan delapan menit. Sulit bagi mantan pemain Spurs ini menunjukkan kualitasnya.

Conte lebih memilih pemain veteran seperti Borja Valero sebagai pengatur serangan di lini tengah Inter.

Padahal, ketika masih di Spurs, Eriksen adalah playmaker handal. Mungkin pemain sekelas Harry Kane dan Son Heung-Min tidak akan dikenal sebagai pemain produktif tanpa kontribusi dari Eriksen.

Sayangnya ketika pindah ke Inter yang menggunakan formasi berbeda dari yang biasa dimainkan, baik di Spurs maupun di Timnas Denmark, Christian Eriksen kesulitan adaptasi.

Tak ayal, kini berhembus rumor kalau sang gelandang akan segera meninggalkan Inter di jendela transfr musim panas ini.

Itu berarti Eriksen akan berganti seragam lagi hanya enam bulan setelah pindah dari Spurs.

Menurut laporan MediaSet, ia sudah bisa meninggalkan klub, dengan Inter bersedia mendengarkan tawaran sekitar 60 juta euro.

Inter sendiri memboyongnya dari Spurs pada Januari lalu ‘hanya’ dengan biaya 20 juta euro. Ketika itu, kontrak akan habis dan Nerazzurri memutuskan membelinya langsung sebelum berstatus bebas transfer.

Antonio Conte secara tegas mengingatkan Eriksen bahwa dirinya tidak akan memainkannya hanya karena ia punya nama besar.

“Dia harus menahan level tertentu, tetapi keseimbangan diperlukan. Dia membaik dan dia sadar bahwa dia bergabung dengan klub ambisius yang banyak bertanya padanya,” kata Conte kepada wartawan setelah pertandingan lawan Torino.

“Harapannya tinggi di Italia. Semakin besar nama Anda, semakin banyak orang berharap dari Anda.”

“Saya sudah bekerja di Inggris dan situasinya lebih menyenangkan, lebih damai. Dia memiliki komitmen dan kinerja yang baik, tetapi saya harus membuat keputusan untuk kebaikan Inter,” tutur Conte sebagai pembelaan sering mencadangkan Eriksen.

“Ketika saya memilih pemain, saya tidak melihat dari leher ke atas. Saya ingin mereka melanjutkan seperti ini. Tim ini memiliki semangat yang hebat. Terkadang mereka perlu lebih percaya pada kualitas mereka,” terang  mantan pelatih Juventus dan Chelsea itu.

Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop

(fat/pojoksatu)