Jika Hotel Kembali Beroperasi, Akan Ada Protokol Kesehatan

okupansi - hotel
Ilustrasi/foto via jpnn

POJOKSATU.id, JAKARTA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan akan ada protokol kesehatan yang diterapkan jika nantinya hotel kembali beroperasi.


Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran menuturkan, dalam penerapan protokol kesehatan nantinya akan ada pengecekan suhu tubuh.

“Standar kami adalah berdasarkan protokol kesehatan yang dikeluarkan yang tidak boleh adalah 37,3 derajat untuk hotel dan restoran,” katanya dalam diskusi yang dilakukan secara daring di Jakarta, Sabtu (6/6).

“Kemudian adanya jarak satu meter, kemudian disediakan hand sanitizer, cuci tangan, menyiapkan wastafel sebelum masuk,” imbuhnya.


Lebih lanjut, Maulana menambahkan sebelum tamu hotel menginap, kamar akan disemprot disinfektan. Sehingga protokol kesahatan benar-benar dilakukan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Dari sisi operator kamar akan diseterilkan dengan disinfektan sehingga kenyamanan setiap tamu terjamin,” ujarnya.

Semua protokol kesehatan akan dijalankan semua oleh para pengelola hotel. Semua hal yang berisiko terjadinya penularan akan semuanya disemprot disinfektan. Sehingga pengunjung hotel benar-benar aman dari penularan virus corona.

“Seperti gagang pintu, eskalator, lift, itu akan ada protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara untuk pegawai hotel akan juga dilakukan protokol kesehatan. Misalnya akan ada pencatatan rekam jejak dan aktivitas para pegawainya. Semua untuk mencegah penularan virus corona di hotel.

(jpc/pojoksatu)