‘Anda Bisa 66 Kali Melanggar Maradona Baru Ditegur Wasit, Dengan Messi Beda’

Lionel Messi dan Diego Maradona.

POJOKSATU.id, MILAN – Mantan bek AC Milan, Alessandro Costacurta bisa dikatakan beruntung pernah menjajal kehebatan dua pemain terbaik Argentina beda generasi, Diego Maradona dan Lionel Messi.


Costacurta sering berhadapan dengan Maradona di Serie A, jika Milan berjumpa dengan Napoli.

Sementara di Liga Champions, Milan juga beberapa kali menghadapi Barcelona yang sudah diperkuat Lionel Messi.


BACA JUGA: Baru 15 Menit Lawan Messi, Legenda AC Milan Minta Diganti

Baru-baru ini, Costacurta menjelaskan perbedaan saat menghadapi Maradona dan Messi. Dua pemain terbaik beda generasi.

Costacurta mengakui bahwa Messi dan Maradona sama-sama pemain jenius, tapi Messi dinilainya lebih hebat dari Maradona.

“Mereka serupa karena kejeniusan mereka dan cara mereka mengekspresikan diri di lapangan, tetapi Messi lebih jenius daripada Maradona,” Costacurta yang 11 tahun membela AC Milan.

Alessandro Costacurta dan Lionel Messi.
Alessandro Costacurta dan Lionel Messi.

“Perbedaannya adalah kita bisa melakukan 66 pelanggaran terhadap Maradona sebelum ditegur wasit. Dengan Leo (Messi) itu berbeda, sepak bola sekarang sesuatu yang lain,” ujarnya kepada Marca.

Download aplikasi PojokSatu.id, klik di sini

Mantan bintang Timnas Italia itu bermain lebih dari 650 kali untuk AC Milan dan mewakili negaranya pada 59 kesempatan.

Namun, dia masih ingat pertama kali dia berhadapan dengan Lionel Messi muda.

Messi baru berusia 16 tahun ketika dia melawan Costacurta, pemimpin lini belakang AC Milan.

Tetapi jika Anda berpikir bahwa bek legendaris dapat menggunakan semua pengalamannya untuk menghentikan seorang remaja bernama Lionel Messi, Anda keliru.

BACA JUGA: La Liga Bergulir Kembali, Real Madrid Pindah ke Stadion Kecil Ini

Faktanya, Costacurta mengaku mengalami mimpi buruk ketika dia menghadapi Messi yang berusia 16 tahun kala itu. Ia kewahalan meladeni kelincahan pemain berjuluk La Pulga itu.

“Saya menghadapi Messi ketika dia baru berusia 16 tahun. Awalnya, saya melihatnya sebagai seorang anak dan melakukan apa yang dia inginkan,” kata Costacurta kepada Marca.

“Setelah seperempat jam bermain, saya harus meminta Ancelotti (pelatih AC Milan kala itu) untuk menggantikan saya,” ujarnya.

Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop

(fat/pojoksatu)