Akuisisi Newcastle Jadi Arena Baru ‘Perang’ Arab Saudi Lawan Qatar

Putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan CEO beIN Media Group, Yousef Al-Obaidly.
Putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan CEO beIN Media Group, Yousef Al-Obaidly.

POJOKSATU.id, NEWCASTLE – Qatar dan Arab Saudi sudah terlibat konflik sejak 2017 lalu. Hubungan diplomatik kedua negara diputus. Ketegangan berlanjut ke sistem persenjataan baru, berita hoax hingga peretasan di dunia maya.

Dan kini konflik dua negara itu tampaknya akan melebar ke dunia olahraga. Tepatnya ketika putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman akan membeli klub Premier League, Newcastle United.

Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi yang diketuai Mohammed bin Salman menjadi pendukung utama konsorsium yang akan mengakuisisi Newcastle.

Kabarnya konsorsium ini sudah mencapai kesepakatan dengan pemilik The Magpies saat ini, Mike Ashley dalam negosiasi senilai 300 juta poundsterling (Rp5,1 triliun).


Proses akuisisi sudah memasuki tahap akhir, pemeriksaan latar belakang calon pemilik oleh operator Premier League.

Bek Newcastle, Isaac Hayden merayakan golnya ke gawang Chelsea, pada laga pekan ke-23 Premier League di St James Park, Minggu (19/1/2020) dini hari WIB.
Newcastle United.

Pada proses inilah Qatar masuk ‘mengganggu’ rencana besar Mohammed bin Salman.

Bein Sports yang memegang hak siar tertinggi Premier League mendesak petinggi Premier League dan 20 klub Liga Inggris untuk memblokir rencana akuisisi itu. Mereka menjalin kerja sama dengan EPL sampai tiga tahun ke depan dengan nilai kontrak 500 juta pound (Rp8,5 triliun).

Alasannya, Arab Saudi adalah negara yang selama ini ‘mencuri’ siaran EPL. Mereka bebas membajak pertandingan Liga Inggris dan upaya hukum yang dilakukan untuk menuntut pelanggaran hak cipta selalu menemui jalan buntu.

Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop