PT LIB Didesak Cairkan Subsidi Bulan Maret

Logo - PT Liga Indonesia Baru
Logo - PT Liga Indonesia Baru

POJOKSATU.id, JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) didesak untuk mencairkan subsidi yang seharusnya dibayarkan akhir Maret.

Desakan tersebut tidak hanya datang dari kontestan Liga 1, tetapi juga peserta Liga 2. Pasalnya, pencairan tersebut sangat berarti untuk membantu pembayaran gaji pada April.

Diketahui, untuk klub-klub Liga 1, subsidi yang belum dicairkan adalah termin kedua. Sedangkan, untuk kontestan Liga 2, yang didesak pencairannya adalah subsidi termin pertama. Sebab, Liga 2 memang baru dimulai pertengahan Maret. Sementara itu, Liga 1 dimulai akhir Februari.

“Kami minta PT LIB segera mencairkan subsidi termin pertama, terutama untuk tim yang sudah main,” desak CEO Persigo Semeru (PS) Hizbul Wathan Dhimam Abror Djuraid.

PS Hizbul Wathan merupakan peserta Liga 2 Wilayah Timur. Kesebelasan berjuluk Laskar Matahari itu telah melakoni satu pertandingan. Yakni, bertamu ke markas Persijap Jepara pada 15 Maret.

“Kami away dan biaya persiapan sudah lumayan berat,” ujarnya. Karena itu, kalau cair, subsidi tersebut sangat membantu pembayaran gaji pelatih dan pemain pada April.

Terlebih lagi, sebagai klub baru, PS Hizbul Wathan memiliki keuangan yang sangat mepet. Sudah begitu, belum ada pemasukan sama sekali. Sebab, mereka baru menjalani satu laga, tetapi kompetisi sudah dihentikan sementara.

Desakan serupa disampaikan Persela Lamongan. Kesebelasan berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut berharap PT LIB segera mencairkan subsidi termin kedua.

Apalagi, klub sudah menunaikan kewajibannya menyetor laporan terkait dengan pembayaran gaji pelatih dan pemain pada Maret. Di sisi lain, selama Maret, Persela dan mayoritas kontestan Liga 1 telah menjalankan tiga pertandingan. Pertandingan-pertandingan tersebut juga disiarkan langsung.

“Pencairan subsidi termin kedua akan sangat membantu klub untuk membayar gaji pada April dan Mei. Apalagi di tengah kondisi sulit seperti ini. Tak ada pemasukan sama sekali untuk klub,” keluh Manajer Persela Edy Yunan Ahmadi.

Sebelumnya, Persiraja Banda Aceh dan Persita Tangerang sudah lebih dulu menyuarakan pencairan subsidi termin kedua.

Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop

(jpc/pojoksatu)

Berita Terkini