Trauma Insiden 2013, Janur Berharap Pengamanan Ekstra Ketat

piala presiden, audit piala presiden, jokowi
Piala Presiden 2015
Jajang Nurjaman.
Jajang Nurjaman.

POJOKSATU.id, BANDUNG – Menjelang perhelatan laga final Piala Presiden 2015 antara Persib Bandung kontra Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), memunculkan rasa trauma di kubu Maung Bandung.

Yah, Persib berharap insiden 2013 saat Persib Bandung melawat ke ibu kota melawan Persija Jakarta di SUGBK, dalam lanjutan pertandingan Indonesia Super league (ISL), tidak terulang pada 18 Oktober mendatang.

Ketika itu bus Persib dilempari batu oleh beberapa oknum suporter Persija, Jakmania, ketika dalam perjalananmenuju stadion. Lemparan menyebabkan anggota tim Persib mengalami luka ringan dan kaca bus pecah. Bahkan bom molotov pun sempat hinggap menghampiri atap bus.

Saat itu pelatih Jajang Nurjaman mengarsiteki Persib untuk musim pertamanya. Laga yang sejatinya dihelat Sabtu (22/6/2013) di SUGBK akhirnya urung digelar, Persija dinyatakan menang walk out (WO) atas Persib, karena rombongan Maung Bandung memutuskan untuk kembali balik Bandung dengan alasan keselamatan dan keamanan.


Musim 2014, saat Persib menjadi juara, pertemuan melawan Persija di SUGBK tak terhindarkan. Belajar dari pengalaman, skuat Atep dan kolega dikawal ketat pihak kepolisian hingga akhirnya bisa menuntaskan pertandingan dengan aman. Saat itu skor 0-0 menjadi akhir pertandingan melawan tim oranye.

Musim 2015, meski Liga Indonesia terhenti, bertanding di SUGBK tampaknya juga tak bisa dihindarkan. Adalah ketika penggagas Piala Presiden Mahaka Sports and Entertainment memberi opsi final di stadion kebanggaan masyarakat Indonesia ini. Ya dalam Piala Presiden ini tim kebanggaan bobotoh mampu melaju kembali hingga final dan akan menantang tim asal Palembang, Sriwijaya FC.

Jajang Nurjaman percaya untuk keamanan timnya melakoni laga di SUGBK dalam waktu dekat. Pasalnya yang menjamin keselamatan tim Persib kali ini adalah pihak pemerintah. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) berani menjamin keamanan laga yang bakal dihelat pada Minggu (18/10), termasuk adanya bobotoh di dalamnya.

“Ada bedanya, waktu itu kan lawannya Persija ditambah pengamanan panpel seadanya. Kali ini yang menjamin keamanan pemerintah jadi menaruh harapan kejadian itu tidak terjadi,” ucap Janur saat diwawancarai, Selasa (13/10), di Mess Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung.

Pelatih 57 tahun ini juga mengaku rasa trauma kini telah sirna dari benaknya. Kondisi tersebut lantaran adanya informasi mengenai pengamanan ketat dari pemerintah. “Enggak trauma, itu sudah biasa dalam sepakbola. Yang buat saya yakin karena pasti akan ada pengamanan ketat,” tambahnya.

Meski demikian, Janur mengakui sedikitnya ada pengaruh dalam sisi psikologis kepada pemain, memikirkan keamanan kala bertandang ke SUGBK. Kendati demikian Janur menginstruksikan supaya anak-anak asuhannya tetap fokus menatap pertandingan. “Pasti ada di sisi psikologis. Tapi saya coba pemain untuk fokus saja,” tandasnya.
(fat)

Berita terkait:

Final Piala Presiden: Tandingi Bobotoh, Ribuan S-Man Bakal Serbu GBK
Final Piala Presiden: Walau Bertaruh Nyawa, Bobotoh Siap Birukan GBK