Ini Kerugian Sepakbola Indonesia, Jika FIFA Menjatuhkan Sanksi

PSSI.

POJOKSATU.id – Sebelum Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bernomor 01307 tahun 2015, kemarin (Sabtu, 18/4) yang mana inti daripada surat tersebut adalah tentang pembekuan PSSI, terlebih dulu Induk Organisasi Sepakbola Internasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan FIFA telah memberi ultimatum Kemenpora dan juga BOPI agar berhenti mengintervensi PSSI serta tidak lagi ikut campur dalam segala hal yang berkaitan sepakbola di Indonesia.

Sebenarnya FIFA telah melayangkan surat balasan dari Kemenpora terkait pelaksanaan Liga Super Indonesia 2015 (kini QNB League) dimana FIFA menyetujui jika PT Liga Indonesia mengadakan kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia dengan diikuti oleh 18 tim. Namun, BOPI hanya menyetujui jika kompetisi berjalan dengan 16 tim saja.

Dengan keadaan demikian, pihak Kemenpora menganggap kalau hal tersebut merupakan suatu perlawanan sehingga dengan terpaksa Menpora Imam Nahrawi mencabut segala kegiatan induk sepakbola tertinggi di Indonesia itu dengan memberi Surat Keputusan (SK).

FIFA pun diyakini akan menghadiahkan sanksi skorsing untuk PSSI. Tentu merupakan suatu kerugian besar jika sepakbola Indonesia tidak dapat berperan serta di berbagai even internasional. (indopos/fat)


Ini beberapa kerugian Indonesia jika akhirnya FIFA menjatuhkan sanksi :

1. Indonesia tidak dapat mengikuti turnamen internasional baik timnas maupun klub, bisa sepanjang satu atau dua tahun, tergantung keputusan Exco FIFA.

2. Tidak ada kompetisi lokal yang diakui oleh FIFA. Otomatis sang juara kompetisi hanya jago kandang dan tidak teruji di tingkat internasional.

3. Sanksi FIFA tersebut secara tidak langsung mengebiri bakat-bakat pemain sepakbola muda Indonesia yang biasanya mampu berbicara banyak di turnamen internasional untuk usia dini.

4. Sanksi FIFA tidak cuma berimbas di level klub/timnas, tapi juga menimpa level grassroot, kepelatihan, dan perwasitan. Renegerasi perwasitan Indonesia untuk level internasional pun bisa terganggu.

5. Kerugian bagi industri media, tidak bisa menyiarkan, mengabarkan, atau memberitakan pertandingan klub maupun Timnas Indonesia, karena sanksi larangan bermain di turnamen internasional pada level usia berapapun. Situasi ini berimbas pada minimnya sponsor.

6. Suporter tak akan lagi bisa mendukung Timnas Indonesia di ajang seperti SEA Games, Asian Games, Pra Olimpiade, Kualifikasi Piala Asia, Kualifikasi Piala Dunia, Piala AFF, dan lain-lain selama sanksi FIFA masih berlaku.

7. Klub-klub besar dunia akan mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Indonesia selama sanksi FIFA masih berlaku.