Pasca Islah, Arema Langsung Siapkan Gelar RUPS-LB.

CEO Arema Cronus Iwan Budianto.
CEO Arema Cronus Iwan Budianto.
CEO Arema Cronus Iwan Budianto.

POJOKSATU.id – Islahnya CEO Arema Cronus Iwan Budianto (IB) dengan Andi Darussalam Tabusalla (ADT), juga berdampak positif bagi klub Singo Edan. Dalam waktu dekat, Arema Cronus segera menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa. RUPS-LB ini, untuk menguatkan legalitas Arema.

Hal ini disampaikan Iwan Budianto, saat presscon kemarin siang. Ia mengatakan, pelaksanaan RUPS-LB, setelah seluruh pengurus Yayasan Arema sudah bersatu lagi. Yaitu antara H Rendra Kresna, M Nur, Daryoto serta Bambang Winarno.

“Sebetulnya pengurus Yayasan Arema tinggal lima orang. Selain empat orang yang kami sebutkan tadi, satu pengurus lagi (Moedjiono Moedjito, red) tidak mau lagi berkecimpung lagi dengan Arema. Empat pengurus lain sudah saling komunikasi. Dan Alhamdulillah Pak Rendra dengan Pak Nur juga sudah peluk-pelukan,” terang Iwan Budianto.

IB menjelaskan, RUPS-LB nantinya adalah RUPS-LB Yayasan Arema dengan Pembina Yayasan adalah Daryoto, Ketua M Nur, Bendahara H Rendra Kresna serta Sekretaris Moedjiono Moedjito. PT Arema pun saat masih dipimpin oleh Direktur Utama Gunadi Handoko.


“Karena Direktur Utama masih Gunadi Handoko, maka RUPS nanti yang mengundang harus Direktur Utama kepada pemegang saham dan yayasan. Waktunya secepatnya, karena lebih cepat lebih baik. Apalagi Pak ADT memberi batas waktu maksimal 10 hari harus sudah selesai,” jelas IB.

Hasil RUPS-LB ini nantinya, untuk menjawab kesempatan yang diberikan oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) serta Menpora. Dimana mereka memberi kesempatan kepada tim Arema Cronus untuk melanjutkan kompetisi Qatar Nasional Bank (QNB), usai bertemu dengan Komisi X DPR RI, Senin lalu. Syaratnya Arema harus melengkapi berkas legalitas tim.

“Kesempatan yang diberikan oleh BOPI dan Menpora tersebut akan kami ambil. Kami segera melengkapi apa yg diharapkan BOPI dan Menpora. Dan kesempatan yang diberikan ini, juga tidak luput dari bantuan saudara kita di Komisi (DPR RI), terutama yang berasal dari Dapil Malang, Moreno Soeprapto serta Kresna Dewanata Prosakh,” paparnya.

Sedangkan terkait teguran dari BOPI dan Menpora yang akan memberi sanksi, karena Arema Cronus nekat menyelenggarakan pertandingan. IB, menanggapinya dengan dingin.

“Tentang teguran, bukannya kita ini melawan pemerintah. Tetapi mempertahankan hak hidup. Sebab sepakbola ada aturan, kalau tidak main dikurangi point dan kalau dua kali tidak mau akan didegradasi. Kalau proses penyelesaian, harus mengorbankan Arema, saya tidak mau. Bahkan malam ini (semalam, red) kami akan tetap bertanding,” ungkap IB.

Ia menambahkan, bahwa kemarin sudah berkirim surat kepada Presiden, Menteri, Komisi X DPR RI serta Kapolri. Surat sudah diterima, dan isinya menyampaikan kronologis soal legalitas Arema.

“Dengan surat itu, kami berharap tidak sampai dianggap melawan pemerintah. Apalagi di sisi lain, kami juga tidak pernah disurati oleh BOPI atau Menpora, yang disurati adalah penyelenggara liga. Dan kami tunduk kepada liga,” tegasnya. (lis/fat).