Prediksi Georgia vs Jerman: Tim Panser Agresif di Kandang Georgia

Marco Reus.
Marco Reus.
Marco Reus.

POJOKSATU.id -Paska tampil kurang greget saat diimbangi Australia 2-2, di Kaiserslautern, Kamis (29/3) dinihari WIB. Skema 3-5-2 yang sempat dijajal Joachim Loew, tampaknya bakal dikembalikan ke pakem dasar mereka 4-2-3-1 kala menyambangi Georgia, Minggu (29/3).

Karena Timnas Jerman berusaha lebih agresif, memforsir gol demi tiga angka, guna terus bersaing di Grup D Kualifikasi Piala Eropa (KPE) 2016. Ya, saat ini Jerman bersama dengan dua tim lainnya, Skotlandia dan Republik Irlandia sama-sama mengantongi 7 poin dengan beriringan di posisi dua, tiga dan empat Grup D KPE 2016.

Dengan matchday V melangsungkan duel, Irlandia menjamu pimpinan klasemen, Polandia (10 poin). Dan Skotlandia didatangi tim juru kunci, Gibraltar (0 poin). Die Mannschaft -julukan Timnas Jermanyang menyambangi tim peringkat lima, Georgia (3 poin), berusaha memetik keuntungan dari dua laga lainnya. Tentu dengan asumsi meraih tiga angka dari duel di Boris Paichadzis Erovnuli Stadioni, di Tbilisi, Minggu (29/3). Sang juara dunia 2014 itu, juga berharap Polandia tertahan di Irlandia.

Meski Skotlandia kemungkinan dapat tiga angka juga atas Gibraltar. Dengan posisi terkini, Jerman mengaku sedikit tertekan meski tetap percaya diri menatap laga kontra Georgia. Pasalnya, pasukan besutan der trainer Joachim Loew, mendapat modal yang kurang oke setelah diimbangi Australia dengan skor 2-2 di pertandingan persahabatan tiga hari silam.


Melihat komposisi di klasemen, Jerman pun sadar pentingnya kemenangan atas Georgia. Karena itu, Loew mungkin bakal menurunkan skuad terbaiknya dengan Manuel Neuer sudah bisa kembali berdiri di bawah mistar gawang. Tapi yang terpenting ialah bagaimana mengembalikan stabilitas performa tim, plus lebih agresif menyerang lawan.

Karena saat tertinggal 1-2 dari Australia, pelatih berusia 55 tahun itu menjajal skema defensif 3-5-2. Mereka sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Marco Reus pada menit ke-17. Namun Australia berhasil membalas lewat dua gol yang dicetak James Troisi (menit ke-40) dan Jenidak (menit ke-50). Jerman baru bisa menyamakan skor sembilan menit sebelum pertandingan berakhir, via Lukas Podolski.

”Hasil ini akan jadi evaluasi berharga bagi kami. Lini belakang kami cukup lemah. Tapi saya bisa memahami karena mereka (Skhodran Mustafi, Benedikt Howedes, Holger Badstuber) tak main bersama cukup lama. Saya masih punya waktu beberapa hari untuk memperbaikinya. Di Georgia, kami harus main bagus selama 90 menit dan tim yakin meraih kemenangan,” tutur Loew di situs resmi DFB.

Guna memforsir gol dan tiga angka dari marka Georgia, kemungkinan besar Loew bakal kembali ke pakem dasar yang selama ini diterapkannya kala jadi juara dunia di Brasil. Yaitu dengan formasi 4-2-3-1. Di lini serang, Thomas Muller, sang topskorer tim di KPE 2016 (4 gol) tampaknya dikembalikan ke starting eleven. Tapi trio penopang pemain Bayern Munchen itu masih fleksibel berubah. Dan titik lemah di lini belakang. Kemungkinan bakal kembali diisi defender utama mereka, macam Jerome Boateng dan Mats Hummels.(fat)