Dihajar 2-0, Pelatih Brunei Klaim Strateginya Berhasil Redam Garuda Muda

Pemain Indonesia Paulo Oktavianus Sitanggang berduel dengan pemain Brunei Darussalam Abdul Khair B Haji Basri pada laga kualifikasi AFC U-23 Championship 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3). Foto: Ricardo/JPNN.com
Pemain Indonesia Paulo Oktavianus Sitanggang berduel dengan pemain Brunei Darussalam Abdul Khair B Haji Basri pada laga kualifikasi AFC U-23 Championship 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3). Foto: Ricardo/JPNN.com
Pemain Indonesia Paulo Oktavianus Sitanggang berduel dengan pemain Brunei Darussalam Abdul Khair B Haji Basri pada laga kualifikasi AFC U-23 Championship 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3). Foto: Ricardo/JPNN.com

POJOKSATU.id – Pelatih Brunei Darussalam, Stephen Heng Seng mengakui timnya memang kalah dari Indonesia dengan skor 2-0 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3) sore. Tapi, bagi dia, ada keberhasilan dan progress strategi yang diterapkannya untuk meredam Indonesia.

Terbukti, lanjut dia, Indonesia sempat bingung dan frustasi dengan cara main timnya yang disiplin dalam bertahan. Pemain bisa tenang meskipun tuan rumah terus menekan. Indonesia pun baru bisa mencetak gol menit ke-70

“Kami sangat disiplin. Gol pertama kalian, itu hanya keberuntungan, dari bola rebound,” ungkapnya.

Setelah gol itu, Indonesia kemudian berhasil menambah gol pada menit ke-87. Bagi dia, gol kedua wajar, karena timnya sudah kelelahan dan menurun kedisiplinannya pasca gol pertama Indonesia.


“Kami sudah habis-habisan lawan Korsel. Tapi hasil ini merupakan progress bagi kami, karena sempat membuat Indonesia kesulitan,” tandasnya. (dkk/jpnn/fat)