3 Kali Persija Kalah, Rahmad Darmawan Didamprat Suporter

Rahmad Darmawan.
Rahmad Darmawan.
Rahmad Darmawan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Kepala Rahmad Darmawan jadi sasaran salah satu The Jakmania yang tidak terima Macan Kemayoran kalah tiga kali secara beruntun bersama Persela Lamongan, Arema Cronus, dan Persikad Purwakarta.

“Mau sampai kapan lagi coach Persija kalah. Sekarang Persija menang lawan Pra PON hanya dari penalti, malumaluin. Bukan kelasnya coach,” ujar salah satu suporter yang diperkirakan berusia 25 tahun usai pertandingan Persija Jakarta dengan tim Pra PON DKI Jakarta, Rabu (25/3) di Stadion Olahraga Korps Brigade Mobil Heri Sudrajat, Kelapa Dua, Depok. Pertandingan tersebut dimenangkan Persija dengan skor 3-0 atas.

Sikap suporter tersebut membuat beberapa suporter lainnya kesal. Namun ada pula yang senang dan acuh. Richard dan Bung Ferry mantan Ketum The Jakmania yang berada di sekelilingnya pun tidak tunggu lama untuk menenangkan situasi agar tidak semakin kisruh. Dengan sosok kebapakan, Rahmad tidak langsung marah. Pelatih 48 tahun tersebut memanggil pria tadi untuk memberikan penjelasan dengan nada tanpa emosi sewajarnya orang normal.

Namun suporter itu tidak menjawabnya, bahkan langsung ciut sambil duduk menenangkan diri di tribun bersama temannya. Rahmad pun langsung dibawa masuk ke ruang ganti oleh salah satu aparat. Sementara Richard mengatakan secara taktik dan permainan, ia memberikan apresiasi atas kemenangan 3-0 tim ibu kota terhadap anak didik Sudirman.


Namun, ia juga menyayang kan 2 gol dari Bambang Pamungkas dan Alan Emmanuel Aciar tidak relevan, sebab lawannya Pra PON. Tapi fase untuk membuat gol ini yang belum maksimal katanya. Memang sebelumnya di jejaring sosial Twitter, fans pendukung tim ‘Orange’ membuat gerakan RD out.

“Kalau itu menurut saya tidak relevan. Kita juga harus melihat kondisi keseluruhan. Kan orang melihat Persija itu apresiasinya tinggi. Saat kita masuk Persija dengan hasil tidak seperti diharapkan, ya kita pasti kalut, galau dan sebagainya,” sambut Richard.

Bahkan parahnya lagi, ada isu The Jakmania akan melakukan demo terhadap tim kesayangan warga Jakarta. Aksi demo itu mengenai hasil yang belum memuaskan dalam laga pra musim yang dijalankan oleh Persija sebelum masuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014/2015 mendatang. Dan juga perihal gaji pemain yang belum dibayarkan oleh pihak manajemen.

“Jadinya kita perlu proses pendewasaan. Tidak serta merta datang ramairamai demo. Kita tahu kondisi tim saat ini, tapi kalau ditambah dengan situasi kaya itu tidak relevan juga. Artinya kalau kita bandingkan tim lain juga sama soal finansial. Ada Arema yang tiga setengah bulan, PBR, dan Lamongan. Tapi mereka main all out saja tidak ada masalah,” perbandingan Richard.

Menurutnya menjaga harmonisasi tidak hanya cukup dari manajemen dan tim, tapi The Jakmania, Pemda, masyarakat profesional, dan stakeholdernya juga perlu dikomunikasikan. Karena persoalannya Persija ini setiap tahun bermasalah dengan finansial. RD pun sudah cukup tahu karena sudah tiga kali menangani Persija.

“Artinya kita ingin duduk bareng, ada tim pelatih, manajemen dan The Jak. Ka lau memang serius kalau 2015 ini mau menjadi tim yang terbaik. Untuk ka pannya yang pasti komunikasi minggu lalu sudah dikonfirmasi. Tinggal memang nanti kita cari waktu,” urai mantan wakil Ketum The Jakmania itu.

Oleh sebab itu, di sela-sela jalannya pertandingan ke-16 The Jakmania membentahkan spanduk besar ‘Jangan Bikin Malu’ tepat di depan tribun. Soalnya Persija baru saja mendapatkan tamparan ketika melawan tim Divisi Utama (DU) LI Persikad Purwakarta. Macan Kemayoran harus gigit jari karena kalah dengan skor akhir 2-1.

“Akhirnya nanti ke depannya banyak pemain atau tim yang meremehkan Persija. Ini yang kita tidak mau. Artinya pemain Persija sudah harus tampil all out. Tekanannya adalah The Jak bukan hanya 10-20 orang saja, tapi 80 ribu orang. Sanggup tidak melewati fase itu,” tutup Richard. (indopos/one)