Suporter Sriwijaya FC Mulai Kritik Pemain Asingnya

Hartono Ruslan. foto : sidomi.com
Hartono Ruslan. foto : sidomi.com
Hartono Ruslan. foto : sidomi.com

POJOKSATU.id  – Keberadaan tim sepak bola disuguhkan untuk para pendukungnya. Suporter sepak bola juga menjadi bagian tidak bisa dipisahkan dari sebuah tim sepak bola di Indonesia. Tidak jarang, para pendukung olahraga nomer satu di Indonesia itu mengkritik pedas performa tim yang dicintainya.

Tidak lain maksud dan tujuannya adalah agar tim kesayangannya mampu menjadi tim terbaik di kompetisi Indonesia Super League (ISL).

Nah, begitu juga dengan Suporter Sriwijaya FC. Suporter tim berjuluk Laskar Sriwijaya itu mulai beraksi. Mereka beri kritikan pedas penampilan ketiga pemain impor klub berjuluk Laskar Wong Kito ini. Yakni, defender Abdoulaye Youssouf Maiga, midfielder Morimakan Koita, dan striker Goran Ljubojevic.

Ketiga legiun asing ini boleh dibilang tampil biasa saja di ajang Gubernur Sumsel Cup (GSC) 2015. Meski sejatinya tuan rumah berhasil meraih gelar juara, para pemain impor ini belum mempu penuhi ekspektasi fans.  “Dilihat dari beberapa pertandingan Sriwijaya FC, terakhir di turnamen GSC, kami rasa Sriwijaya FC gagal dalam pembelian pemain asing,” kata Eddy Ismail, ketua suporter Sriwijaya Mania Sumsel (S-Man), kemarin (22/3).


Hasil penilaiannya, tiga pemain asing ini secara skill masih di bawah rata-rata pemain asing. Seperti Goran yang baru mencatatkan satu gol di laga GSC.  Sekilas, para suporter pun menilai jika Goran masih kalah subur jika dibandingkan striker lokal Ferdinand Sinaga, yang memang tampil apik di sepanjang pertandingan pramusim. “Goran hanya mengandalkan postur tinggi, skill tidak ada, dan tak bisa melindungi bola,” terangnya.

Berangkat dari situ, para suporter menilai seharusnya para pemain asing dapat memberikan kontribusi kepada klub lebih dari pemain lokal yang ada. “Permainannya terlalu monoton, lambat, dan skill individu kurang. Untung yang dihadapi Semen Padang, kalau lawan Persib, Arema atau Persipura  kami yakin Sriwijaya FC pasti kalah kemarin malam,” tambahnya.

Sementara itu, Hartono Ruslan, asisten pelatih Sriwijaya FC, menilai secara keseluruhan tim mengalami penurunan sepanjang turnamen GSC. “Sebenarnya kita juga sudah berdiskusi dengan coach (Benny Dollo) bahwa di tiga laga turnamen jauh mengalami penurunan tim dibanding dengan laga SCM Cup kemarin,” kata Hartono.

Jadi, bukan hanya secara individu pemain yang mengalami penurunan, namun secara keseluruhan tim mengalami penurunan drastis. Ia pun memang mengakui jika dari evaluasi kemarin masih banyak yang harus diperbaiki lagi ke depannya.

“Ya, itu tadi, banyak kesalahan dari salah passing, kontrol bola, umpan sering salah, dan juga finishing,” ujar mantan pelatih Persik Kediri ini.

Maka dari itu, hal inilah yang akan terus menjadi pekerjaan rumah jajaran pelatih untuk kembali mengangkat kinerja Titus “Tibo” Bonai  dan kawan-kawan secara keseluruhan tim. “Ini juga yang akan kita perbaiki dalam beberapa latihan ke depannya,” pungkasnya. (lis/sumeks/fat)