Jadwal Terbaru, Ini Laga Perdana ISL 2015

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.
CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.
CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.

POJOKSATU – Pasca penundaan rekomendasi yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) jadwal Indonesia Super league (ISL) tidak karuan. Untungnya, PT Liga Indonesia sebagai operator kompetisi terbesar di Indonesia itu akhirnya rampung menyusun draft kick off laga perdana ISL. Rencananya, Senin 2 Maret 2015, draft jadwal tersebut sudah didistribusikan ke 18 klub peserta.

Adalah duo tim besar Persija Jakarta dan Arema Cronus yang menikmati indahnya pertandingan perdana ISL. Di pekan pembuka, 4 April 2015, rencananya bakal digelar 6 pertandingan seru. Salah satunya melibatkan Arema Cronus versus Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kemudian, ada juga pertandingan antara Persib Bandung versus Semen Padang FC. Duel ini akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.”Ada 6 pertandingan yang rencananya digelar di hari pertama. Kami merancang agar 6 laga itu bisa disiarkan langsung oleh televisi.,” kata CEO PT Liga, Joko Driyono, di kantor PSSI, Senin sore.

“Jadwal sudah dikirimkan ke klub. Saat ini kami sedang menunggu respon dari mereka. Saya harap 1 hingga 2 hari ke depan ada timbal balik. Baru kemudian siaran langsung bisa dinegosiasikan dengan televisi,” sambungnya.Dalam jadwal terbaru, ujung kompetisi tetap berada di pekan ketiga November 2015. Namun, konsekuensinya adalah laga-laga ISL akan dimainkan setiap hari.


Ini tentu berbeda dengan konsep sebelumnya. Dalam konsep awal, pertandingan ISL digelar di tengah dan akhir pekan.”Tapi, di April 2015, pertandingan tidak dimainkan setiap hari. Ini berkaitan dengan persiapan SEA Games 2015. Sedangkan libur puasa ada di tiga hari pertama. Kemudian, untuk Idul Fitri ada libur selama 10 hari,” jelas Joko.

Sementara itu, perhelatan Piala Indonesia kemungkinan akan bergulir setelah kick off ISL. Hanya saja, format Piala Indonesia bakal sedikit diubah. Opsi paling memungkinkan adalah dengan meloloskan langsung klub-klub ISL ke babak 3. “Dengan format seperti itu, kami bisa mengakomodir kontrak klub dengan pemain yang kebanyakan berakhir di November 2015. Tapi, konsekuensinya jumlah pertandingan jadi tak seimbang,” tutur pria asal Ngawi tersebut.(lis/fat)