Tantang Kutukan Selhurst Park

Selhurst-Park-Stadium1

POJOKSATU – Saat menyambangi Selhurst Park, dalam duel babak V Piala FA 2014/15, Minggu (15/2) dinihari WIB, Liverpool berambisi menebus kekalahan 1-3 dari Crystal Palace pada paruh pertama EPL musim ini, sekaligus mempertahankan laju tak pernah kalah pada 15 laga terakhir. Tapi The Eagles, sedang moncer bersama Alan Pardew. Klub ini tak pernah lagi dilibas The Reds di sana sejak 1997.

Ya, jelang kunjungan ke Selhurst Park, markas Crystal Palace. Asisten pelatih Liverpool, Colin Pascoe, dalam jumpa pers paska latihan Kamis (12/2) sore waktu setempat sempat angkat bicara mengenai kekalahan 1-3, pada pekan ke-12 EPL, 23 November 2014 silam. Padahal, mereka sempat memimpin cepat di menit kedua lewat gol perdana Rickie Lambert buat tim barunya.

Gawang The Reds yang dikawal Simon Mignolet malah diberondong tiga gol. Sumbangan gol masing-masing dari Dwight Gayle, Joseph Ledley dan kapten tim, Mile Jedinak, mengakhiri laga untuk keunggulan The Eagles, yang kala itu masih ditangani Neil Warnock. Saat itu, coach Liverpool, Brendan Rodgers, mengakui kekalahan keempat secara beruntun di seluruh kompetisi tersebut.


Merupakan satu titik terendah bagi Tim Merseyside Merah dan jadi satu hal yang membuatnya berpikir ulang dalam hal pendekatan taktik, serta mentalitas pasukannya. Lalu pada pekan-pekan selanjutnya, Liverpool mampu mencegah lebih banyak kekalahan, walau terpaksa mengakui keunggulan Manchester United di Old Trafford dan didepak Chelsea melalui extra time pada semifinal Piala Liga Inggris.

Meskipun demikian, Rodgers mampu mengimplementasikan sistem 3-4-3 yang telah diubah dan membuat timnya semakin kuat selama dua bulan berikutnya. Dengan kembalinya mereka ke Selhurst Park dalam babak V (1/8 final) Piala FA, sang manajer asal Irlandia Utara, ingin para pemainnya untuk melupakan kekalahan beruntun mereka atas The Eagles.

Modal tim tamu kali ini adalah perolehan tiga kemenagan plus sekali hasil imbang dari empat laga terakhir di berbagai kompetisi. Semuanya diperoleh melalui perjuangan hebat, khusus pada dua yang belakangan. Yakni saat menahan Everton 0-0 dalam derbi Merseyside di Goodison Park. Serta membungkam Tottenham 3-2 di Anfield, tengah pekan ini.

”Dengan mengubah sistem, para pemain meresponnya secara fantastis. Cara mereka kembali memainkan sepakbola atraktif, itu merupakan reaksi yang hebat dari kekalahan di markas Palace. Namun Anda memandang tetap ke depan. Palace adalah tempat yang sulit untuk dikunjungi. Untuk itu, kali ini kami akan pergi ke sana dengan positif dan mencari kemenangan,” koar Pascor di situs klub.

Bisa dibilang, laga tandang kali ini akan jadi ujian berikutnya buat skema tiga bek sentral andalan Rodgers. Apalagi jelang bentrokan, kapten tim, Steven Gerrard, plus calon bintang masa depan klub, Raheem Sterling diprediksi belum pulih dari cedera. Pun halnya dengan Lucas Leiva. Sedang Jordon Ibe tak bisa diturunkan, akibat pernah dimainkan Derby County, sebelum ditarik masa peminjamannya.

Untungnya, lini serang Liverpool tampak mulai kembali produktif paska pulihnya Daniel Sturridge, walau kondisi fisiknya hanya dapat dimainkan sekitar 60-70 menit. Pun halnya dengan Mario Balotelli, yang mencetak gol perdananya di EPL buat Si Merah dalam kemenangan atas Tottenham. Dejan Lovren mungkin akan dipasang dibelakang, guna mengantisipasi Emre Can yang dinaikkan ke tengah.

Namun Rodgers yang baru pulang dari ‘scouting’ ke Italia tetap mewaspadai tuan rumah yang sedang panas. ”Adalah hebat dipertemukan Palace. Alan (Pardew) telah mengangkat klub sejak kehadirannya.  Tapi kini kami datang ke sana dengan bingkai pikiran dan level performa yang total beda. Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi dan untuk mempertahankan level terkini,” sesumbar Rodgers. (sbn)