Jaga Posisi Puncak, Real Madrid Wajib Menang

Carlo Ancelotti.
Carlo Ancelotti.
Carlo Ancelotti.

POJOKSATU – Real Madrid akhirnya sampai pada titik yang sangat menentukan kans mereka merebut trofi La Liga. Menjamu Deportivo La Coruna dinihari nanti, Madrid diwajibkan meraih kemenangan untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen sementara. El Real tak boleh kalah karena hal itu potensial untuk tergeser ke ke peringkat dua.

Ya, posisi Madrid memang sedang terancam. Kekalahan memalukan dari Atletico Madrid pekan lalu yang disusul dengan kemenangan Barca atas Athletic Bilbao, semakin mendekatkan jarak kedua tim di papan klasemen. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan kini hanya unggul satu poin saja dari peringkat dua Barcelona.

Karena itu Madrid wajib mengalahkan La Coruna agar terus memimpin klasemen La Liga. Persoalannya, kondisi tim saat ini sedang tidak kondusif. Mental para pemain sedikit terpukul akibat kekalahan 0-4 dari Atletico. Kekalahan memalukan itu menjadi isu besar karena beberapa jam setelahnya, Ronaldo menggelar pesta ulang tahun ke-30.

Fans mengecam sikap Ronaldo itu yang dinilai tidak sensitif dengan kondisi tim yang terluka pasca kekalahan memalukan tersebut. Sementara, pelatih Carlo Ancelotti mencoba menenangkan suasana dengan tetap memberi kepercayaan kepada Ronaldo yang dia nilai sebagai pemimpin tim. ”Di dalam skuad, Ronaldo adalah pemimpin, dia berbicara kepada semua anggota tim, terutama kepada pemain muda. Ronaldo bagian terpenting dalam skuad, seperti Pepe, Sergio Ramos, Casillas dan Marcelo,” ungkap Ancelotti.


Namun masalah Madrid tidak selesai sampai disitu. Ancelotti juga dipusingkan oleh cedera yang dialami mayoritas pemain pilarnya di lini belakang. Sergio Ramos dan Fabio Coentrao dipastikan absen melawan La Coruna. Kondisi Pepe belum sepenuhnya menjanjikan. Sementara, lini tengah juga masih belum bisa diperkuat gelandang kreatif Luka Modric.

El Real juga bermasalah dengan performa Ronaldo yang belakangan meredup. Dia sudah tidak mencetak gol dalam tiga laga terakhir Madrid. Itu adalah sesuatu yang tidak pernah dia alami sejak 2013 silam. Situasi tersebut jelas mengancam peluang Madrid untuk bangkit dan meraih tiga poin setelah kekalahan memalukan dari Atletico.

Kondisi El Real yang sedang krisis itu berbanding terbalik dengan kondisi Deportivo La Coruna yang baru menelan satu kekalahan di sepanjang 2015. Total Deportivo meraih tiga kemenangan, dua kali imbang dan hanya kalah dari Barca dalam enam pertandingan di sepanjang 2015.

”Saya tak tahu apakah ini merupakan momen yang bagus untuk bermain di Santiago Bernabeu, tetapi atmosfernya menegangkan bagi mereka (Real Madrid), fans sedang gelisah dan jika mereka tidak mencetak gol di awal pertandingan, fans bisa mencemooh mereka,” kata gelandang Deportivo Isaac Cuenca seperti dilansir ESPN.

Cuenca juga menegaskan bahwa timnya termotivasi untuk membalas kekalahan 2-8 yang mereka alami pada pertemuan pertama di Municipal de Riazor, September lalu. ”Tak satu pun yang senang saat kalah 2-8, tetapi Depor saat ini sudah banyak berubah. Sekarang, kami lebih kuat,” jelas Cuenca. (ish)