RD Ingin Pemain Persija Chemistry Dulu

Rahmad Darmawan - Pelatih Mitra Kukar
Rahmad Darmawan - Pelatih Mitra Kukar
Rahmad Darmawan.
Rahmad Darmawan.

POJOKSATU – Persija Jakarta kembali menggelar uji coba. Agendanya, Bambang Pamungkas dkk akan menjajal PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Sabtu (7/2) besok. Meskipun klub yang dipilih dari kasta kedua, Head Coach Persija Rahmad Darmawan optimis team work semakin padu dalam membangun chemistry.

“Dan team work itu bisa semakin cepat padu kalau juga dapatkan chemistry antara mereka. Hal itu tidak hanya di dalam hubungan mereka di dalam lapangan. Tapi, hubungan mereka di luar lapangan,” kata Coach RD – sapaan Rahmad Darmawan, pelatih yang gemar mengenakan topi tersebut.

Skuat Macan Kemayoran kemarin (5/2) pukul 14.00 WIB terbang dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Semarang untuk melakoni laga uji coba melawan tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu. Namun, Rahmad membawa 23 pemainnya.

“Semua berangkat ke Semarang kecuali Abdul Rahman Lestaluhu sama Greg Nwokolo,” ujar Rahmad.


Padahal, kehadiran Greg Junior Nwokolo bisa membuka opsi yang berkaitan dengan variasi formasi menyerang yang selama ini masih belum efektif. Alhasil, chemistry yang dibangun oleh Rahmad bakal belum maksimal akibat dua pemainnya berhalangan hadir.

Sebelumnya, tim ibu kota baru saja menjalani laga uji coba melawan Barito Putera di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/2) kemarin. Pada laga uji coba itu, kapten tim Orange yakni Bambang Pamungkas dan kawan-kawan menang dengan skor tipis 2-1. Walaupun skor tersebut belum bisa dibilang ideal untuk sekelas Persija karena seharusnya tim yang diasuh Rahmad bisa tampil lebih agresif.

Sedangkan di kubu PSIS, uji coba ini merupakan edisi perdananya. Diketahui, mereka hanya melawan tim lokal Semarang. Pelatih PSIS M. Dofir pun mengaku tidak nyaman dengan kondisi timnya saat ini. Hingga satu bulan sebelum kick off Divisi Utama (DU) Liga Indonesia (LI) bergulir, belum juga mendapatkan skuat yang komplit.
Setidaknya masih ada lima pemain yang absen dalam pemusatan latihan. Mereka ialah kiper Ega Rizky, Bakori Andreas, duet stopper Fauzan Fajri dan Safrudin Tahar, serta wingback Ahmad Ilyas. Mereka masih menjalani perawatan karena sakit.

“Fakta inilah yang harus kita hadapi. Kondisi tersebut tentu saja akan merepotkan saya. Soalnya, saya belum pernah menyatukan kerangka tim secara utuh,” keluh Dofir.

Selain keuntungan secara teknis, PSIS juga memanfaatkan uji coba tersebut untuk menarik animo penonton. Pasalnya, setelah kasus gol bunuh diri dan didiskualifikasi dari delapan besar Divisi Utama 2014, nama PSIS tercoreng. Beruntung, PSIS masih memiliki dua organisasi suporter, Panser Biru dan Snex yang setia mendampingi saat ditimpa krisis.(agn/jpnn/fat)