Persija tak Boyong Abdul Rahman ke Semarang

Abdul Rahman Lestaluhu.
Abdul Rahman Lestaluhu.
Abdul Rahman Lestaluhu.

AKARTA – Macan Kemayoran diprogramkan akan melawan PSIS Semarang (PSIS) pada ajang Preseason Sabtu (7/2) mendatang di Stadion Jatidiri. Namun, lagi-lagi Abdul Rahman Lestaluhu dipastikan tidak dapat mengikuti pertandingan tersebut. Padahal laga itu untuk menguatkan chemistry antar pemain yang selama ini jadi masalah.

“Semua berangkat kecuali Rahman dan Greg,” kata Pelatih Persija Rahmad Darmawan.

Saat ini, pemain bernomor punggung 70 itu sedang menunggu biaya dari pihak manajemen Persija untuk mengurus biaya operasi. Padahal melihat rekam jejaknya, Abdul sudah satu setengah bulan sejak 18 Desember 2014 berlatih full strength tanpa beban bersama fisioterapi, Fio Henriquez untuk menguatkan otot pengganti Abdul yang cedera.

Sebanyak sembilan laga uji coba Persija sudah Abdul lewatinya. Terakhir, Rabu (4/2) ketika tim Orange menang 2-1 melawan Barito Putera pun ia hanya bisa menjadi penonton yang baik. Dari sembilan laga tersebut masih banyak yang dievaluasi pelatih kepala Rahmad Darmawan. Salah satunya ialah efektivitas dalam menyerang.


Penyebabnya, yaitu peran striker yang belum maksimal dan lini tengah yang kurang produktif. Melihat peran Abdul sebagai gelandang serang, tentu dapat membantu Coach RD dalam memecahkan masalah tersebut. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa cedera mantan pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 dan U-19 pada tahun 2009 itu benar-benar merugikannya.

Kecepatan dan agresivitas Abdul bisa dimanfaatkan Rahmad dalam menggedor palang pintu tim lawan yang akan dihadapi Bambang Pamungkas dan kawan-kawan. Walaupun dalam sembilan laga itu, mantan jebolan Club Atlético Peñarol belum pernah sekalipun diturunkan.

Sebelumnya, midfielder kelahiran 22 Agustus 1993 (21) di Maluku tersebut menanti kepastian operasi cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) di kaki kanannya. Soalnya, jika tidak operasi, kemungkinan besar ia tidak dapat bermain di Indonesia Super League (ISL) musim 2014/2015 yang akan berlangsung pada Februari ini.
Soal pemangkasan materi pemain tim ibukota, Abdul serahkan keputusan kepada pelatih dan manajemen Persija.

Dia pun mendukung apabila Gilbert Richard Dwaramury menggantikan posisinya.

“Saya hanya fokus sama operasi saja agar cederanya cepat pulih. Dan saya bisa bermain lagi,” papar Abdul gelandang serang yang memiliki tinggi 1.66 m itu.

Pesepakbola yang pernah berkarur di CS Vise itu pun memprediksi kurang lebih selama dua bulanan ia harus istirahat bermain. Setelah operasi, ia pun diperkirakan masih belum dapat langsung berlatih High Impact Sports. Pasalnya, ia harus menjalani enam bulan rehabilitasi terlebih dahulu.

Secara ilmu medis, Abdul membutuhkan waktu enam bulan untuk penyembuhan. Tapi dalam teorinya, penyembuhan pemain berbeda-beda. Syukurlah ligamen Abdul yang eror masih dalam indikator ringan. Oleh karenanya, kesembuhan Abdul bisa semakin lebih cepat. (agn/fat)