Sepakat Verifikasi Pemain Asing Satu Pintu

Logo ISL.
Logo ISL.
Logo ISL

POJOKSATU- Indonesia Super League (ISL) 2015 memang bakal semakin menarik dengan adanya pemain asing. Tetapi legiun impor yang dimaksud adalah mereka yang punya kemampuan dan diharapkan mengangkat performa klub dan liga secara keseluruhan. Tetapi akan beda hasilnya jika pemain asing yang bersangkutan membawa dampak negatif bagi klub.

Hal ini terkait kesiapan pemain secara administrasi dan fisik yang mampu menunjang klub. Di ISL 2015 ini, PT Liga Indonesia (LI) sudah menjalankan verifikasi untuk pemain asing yang berupa verifikasi adiministratif dan juga tes fisik yang dilakukan secara terpadu di Jakarta. PT LI sendiri menggandeng Universitas Negeri Jakarta dalam menggelar tes fisik.

Kasus Christian Vaquero, calon penyerang asing Sriwijaya FC yang tidak lolos verifikasi PT LI harus menjadi pengingat bagi klub dan semua pihak untuk memperhatikan administrasi pemain asing.

“Untuk pemain asing masih banyak yang belum lolos secara adminitrasi, bahkan untuk fisik sekalipun,” tegas Joko Driyono, CEO PT. LI. Sayang ketika dikonfirmasi berapa jumlah pemain dan siapa saja pemain asing yang diketahui berada di bawah level fisik Joko enggan menyebutkan.


Tetapi makna “banyak” yang disampaikan Joko mengindikasi bahwa pemain asing yang tersebar di ISL memang tidak semuanya punya kemampuan yang benar-benar prima. Untuk itu, pihaknya akan terus melihat dan menginformasikan kepada klub agar tetap menjalankan tes fisik bagi pemainnya di Jakarta.

Alasannya yakni agar kemampuan pemain asing ini hasilnya bisa terpusat dan bisa dipantau langsung operator liga.  Soal tes fisik, Joko menyampaikan pihaknya masih menunggu inisiatif dari para agensi pemain untuk mendaftarkan pemainnya untuk diverifikasi.

“Semua kami kembalikan kepada teman-teman agen pemain,” terangnya. Di sisi lain, Ratna Mustika, pemilik agensi pemain asing Champion Stars Management menyatakan bahwa pihaknya tetap selektif untuk mendatangkan pemain asing. Menurut dia, soal kemampuan masing-masing pemain, masih menjadi perhatian utama Tika–sapaan karib Ratna Mustika.

Sejak 2005 lalu, Ratna menjadi salah satu agen pemain asing yang sampai saat ini menjadi agen pemain yang masuk FIFA. Terkait verifikasi yang dijalankan PT LI, dia mendukung penuh upaya itu untuk perbaikan liga.

Diawal kiprahnya mendatangkan legiun asing, dia menjelaskan bahwa lebih mengutamakan kuantitas. Tetapi lain halnya musim 2015 ini, dia hanya membawahi sekitar lima pemain asing, termasuk dua pemain asing Persija, Martin Vunk dan Yevgeny Kabayev.

“Kalau dulu kuantitas lebih utama, karena permintaan banyak, tetapi banyak masalahnya. Beda dengan sekarang, saya lebih milih punya pemain sedikit,” kata wanita yang juga dokter tersebut. (nap/ko)