Satu Striker Opsi Ideal , Selama Greg Belum Gabung

Greg Junior Nwokolo
Greg Junior Nwokolo
Greg Junior Nwokolo

POJOKSATU- Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan memastikan akan tetap menggunakan satu striker seiring belum bergabungnya Greg Junior Nwokolo. Opsi satu striker dinilai sebagai formasi paling ideal saat ini. Nantinya di posisi striker, bisa dilakukan pergantian antara Bambang Pamungkas dengan Yevgeni Gennadyevich Kabayev.

Rahmad menyebutkan, Greg menjadi penentu formasi tim Persija di Indonesia Super League (ISL) 2015. Pasalnya, skema 4-4-2 yang beberapa hari lalu diterapkan masih belum maksimal. “Pentingnya Greg menurut saya, dia mempunyai gaya bermain yang tidak dimiliki striker lainnya. Jadi, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan kalau ada Greg di tim ini,” kata pelatih yang mampu menjuarai Liga Indonesia dengan beberapa klub berbeda yaitu Persipura Jayapura tahun 2005 dan Sriwijaya FC musim 2007/2008 itu.

Sampai Senin (2/2) kemarin, striker kelahiran 3 Januari 1986 (28) di Onitsha, Nigeria, itu belum bisa mengikuti pemusatan latihan di Stadion Olahraga Korps Brigade Mobil Heri Sudrajat, Kelapa Dua, Depok. Greg masih menderita demam tinggi sejak Sabtu (29/1) terakhir ia berlatih bersama rekan-rekannya.

“Mungkin dia sedang adaptasi sama latihan kita yang high intensity selama tiga hari berturut-turut. Kan dia ikut tuh, kencang dia dari lama istirahat. Harusnya kan dia progresif loading. Dia mungkin kaget. Dia drop kondisinya,” tutur mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 yang berhasil mendapatkan medali perak SEA Games 2011 dan 2013.


Sejauh ini, ia belum menemukan alternatif lain perihal formasi yang cocok untuk tim ibukota demi mempertajam empat strikernya yang haus gol. Rahmad pun baru mendapatkan hasil maksimal dari formasi 4-1-4-1. Jika sampai ISL bergulir RD baru bisa dengan pola itu, maka gawang Persija akan semakin rawan kebobolan.

“Untuk sementara, dengan belum hadirnya Greg, opsi satu striker mungkin yang paling ideal. Di posisi striker bisa bergantian antara Bepe (Bambang Pamungkas) sama Kabayev,” ujarnya.

Namun menurut pelatih kepala kelahiran 28 November 1966 (48) di Metro Lampung, bisa jadi kalau situasinya penting, ia akan memainkan dua striker. Soalnya, penerapan formasi biasanya akan sangat tergantung dengan lawan yang dihadapi Macan Kemayoran nantinya.

“Kemarin kita juga menyiapkan pola main dengan dua striker (4-4-2). Mungkin implementasi kita di dalam pertandingan besok (Barito Putera), bisa itu yang akan kita lakukan. Bisa jadi di dalam menit-menit akhir atau mungkin tidak sama sekali. Tapi itu bisa terjadi. Apalagi kalau sudah ada Greg. Pasti kita akan pikirkan lagi,” paparnya.

RD mengaku akan selalu membuat skema sesuai dengan kelebihan pemain. “Jadi saya mungkin bisa membuat system off play seperti itu. Tapi kalau tidak cocok dengan kelebihan-kelebihan pemain kita, berarti saya memaksakan sesuatu yang menurut saya tidak maksimal,” tutup pelatih yang mengawali karir kepelatihannya bersama Persikota Tangerang. (agn)