Jelang Parma vs Juventus: Akhiri Paceklik Gelar

massimiliano allegri, chelsea, juventus
Massimiliano Allegri - Pelatih Juventus
Massimiliano Allegri.
Massimiliano Allegri.

POJOKSATU – Juventus memang cukup dominan di Seri A dalam beberapa tahun terakhir, namun di Coppa Italia, Si Nyonya Tua tak bertaring. Bahkan Juve belum pernah merasakan lagi gelar juara di kompetisi kasta kedua Italia itu sejak 20 tahun terakhir.

Musim ini, Juve berharap bisa mengakhiri paceklik gelar Coppa Italia. Untuk itu, pada laga perempat final lawan Parma, Kamis (29/1) dinihari WIB, Juve bertekad mengalahkan tim tuan rumah.

Kebetulan Parma sedang dalam kondisi tidak kondusif dengan hanya meraih 4 kemenangan di semua ajang, yang membuat mereka berada di dasar klasemen Serie A. Parma juga baru saja ditinggal Antonio Cassano akibat gaji yang tak kunjung dibayar.

Ditinggal Cassano jelas bukan hal bagus bagi tim sekelas Parma. Terlebih Fantantonio menyumbang hampir sepertiga gol yang dicatatkan Parma musim ini.


Sementara itu kondisi yang jauh berbeda dialami oleh tim tamu, Juventus. Bianconeri kini semakin dekat mengakhiri paceklik trofi Coppa Italia yang sudah berlangsung selama 2 dekade. Uniknya, trofi Coppa terakhir Juve terjadi saat mengalahkan Parma dengan agregat 3-0 di dua leg di musim 1994-95.

Soal performa Juve juga jauh lebih unggul dari Parma. Bianconeri mencatatkan 4 kemenangan beruntun dengan total memasukkan 15 gol dan kebobolan 2 gol saja. Rotasi pemain bakal diterapkan pelatih Massimiliano Allegri guna mengantisipasi jadwal ketat Juve yang bermain 3 kali dalam rentang waktu seminggu.

Marco Storari bakal berada di bawah mistar gawang Juve menggantikan posisi Gianluigi Buffon. Sementara Stephan Lichtsteiner kemungkinan akan menjadi starter di posisi bek kanan, mengingat pada laga sebelumnya, Martin Caceres dimainkan di posisi yang sama.

Kingsley Coman bakal kembali mendapat kesempatan untuk tampil sebagai penyerang lubang. Sebagai ujung tombak, Juve bakal kembali memaksimalkan salah satu dari duet Carlos Tevez dan Fernando Llorente atau malah memainkan keduanya.

Urusan rekor pertemuan kedua tim, Juve juga sangat dominan. Dalam lima pertemuan terakhir, hanya sekali berakhir imbang, sisanya dimenangkan Juventus. Bahkan pada pertemuan terakhir kedua tim, November tahun lalu, Juve menggulung Parma dengan tujuh gol tanpa balas.

Mampukah Parma mematahkan dominasi Juve? Atau justru Bianconerri yang melenggang mulus ke semifinal sekaligus semakin dekat dengan gelar juara.(fat/ps)