Jelang Laga Final IIC, Persib Intip Kelemahan Arema

Pelatih Djajang Nurdjaman.

POJOKSATU – Pelatih Persib Badung, Djajang Nurdjaman mengaku sudah mengetahui peta kekuatan lawannya pada Laga Final Inter Island Cup (IIC) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (1/2/2015).

Meskipun Arema Crounus berhasil meraih gelar di turnamen pramusim SCM Cup 2015, namun Djanur -sapaan karib Djajang Nurdjaman- memandang di laga final kontra Sriwijaya (27/1), ‘Singo Edan’ justru banyak ditekan. Meski begitu, Djanur tetap memperhitungkan Gonzales Cs di final IIC nanti.

“Jujur Sriwijaya lebih banyak peluang,mereka (Arema) hanya lucky dari peluang yang hanya sedikit tetap secara keseluruhan tetep kami tidak bisa menganggap enteng Arema,” tutur Djanur di Bandung, Rabu (28/1).

Kembali Djanur tekankan, bila melihat komposisi tim lawan tidak banyak berubah dari kompetisi musim kemarin, dan itu praktis tak merubah mental bertanding Arema yang kerap meningkat kala melawan Persib Bandung, akan tetapi Djanur menilai yang bakal menjadi penentu adalah kondisi fisik pemain.


“Sebetulnya mereka sama kaya kita tidak banyak perubahan dari segi materi jadi dari segi mentalnya mereka masih tetep terjaga buktinya banyak di gempur oleh Sriwijaya jadi secara mental mereka sudah tangguh,fisik berpengaruh,” jelasnya.

Disinggung mengenai calon lawannya yang hanya memiliki waktu empat hari setelah menjalani final SCM Cup lanjut menjalani Final IIC melawan timnya, Djanur menyatakan tak akan berpengaruh besar lantaran dengan waktu empat hari itu Arema cukup waktu tuk menjalani recoveri.

“Untuk recoveri mereka cukup, karena waktu pertandingan sendiri cukup ideal dari selasa(27/1) ketemu lagi hari minggu (1/2),” tandasnya.

Di Final IIC tersebut, Dia yakin skuadnya tidak akan kalah dengan Arema yang baru saja memboyong trofi SCM Cup mengenai greget di lapangan. “Soal gereget sama, kita juga tidak kalah gereget dari mereka kita sudah juara ISL dan piala walikota mereka sudah juara di situ (SCTV cup),” urainya.

Meskipun final kali ini adalah laga yang tertunda, sejak pramusim 2014 lalu, menurut Djanur tetaplah squadnya memandang laga yang penuh gengsi dan akan tampil maksimal agarĀ  meraih trofi juara. “Walaupun itu final yang tertunda tapi Tetep kita lihat final,” tukasnya.

Sementara itu, Manajer Persib Umuh Muchtar pun mengaku akan menekankan pemainnya agar mendapatkan hasil maksimal, Sebab meskipun laga tertunda namun perjalanan menuju Final tidaklah di capai dengan mudah

“Saya tetap akan tekankan kita dapat susah susah untuk mencapai puncak, jangan karena sudah mencapai puncak terus leha leha, justru juara ini yang harus dipertahankan, ini yang harus kita jaga,” bebernya.

Soal keberangkatan Bobotoh yang siap membirukan Jakabaring, Umuh berharap tidak kembali terjadi saat laga Final ISL 2014, kala itu Suporter setia Persib tersebut mendapat hadangan dari oknum tak bertanggung jawab di Jakarta, bahkan beberapa kendaraan yang di tumpangi Bobotoh pun kudu mengalami kerusakan.

“Kayaknya tidak akan terlalu ramai, antisipasi itu urusan di Polda mudah mudahan engga ada masalah sampai saat ini tidak ada berita berapa banyak yang berangkat kelihatannya Bobotoh sudah lesu, baru 20 bus lah tidak seperti kemarin (Final ISL 2014),” Katanya.

“Main dimanapin pasti akan hadir mudah mudahan tidak ada masalah yah, kita pun jamin kemarin juga kan Bis yang brusak sudah beres semua tidak ada masalah, tinggal keberanian aja yang punya bus,” imbuh Umuh. (yan/radarbandung/ps/one)