RD Genjot Chemistry di Persija

Rahmad Darmawan
Rahmad Darmawan
Rahmad Darmawan

POJOKSATU – Demi membangun chemistry, Persija Jakarta akan membuat program kegiatan bersama dengan pihak manajemen, pelatih, pemain dan ofisial. Pasalnya, sedari dimulainya pemusatan latihan sejak 18 Desember 2014 lalu, chemistry di antara mereka belum mencapai maksimal.

Sebelum dimulainya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014/2015, Persija sudah menjalani delapan partai uji coba. Tim yang dijadikan mitra tanding di laga uji coba itu antara lain Martapura FC, Sriwijaya FC, Arema Cronous, Cilegon United, Persebaya Surabaya, Semen Padang dan terakhir Gamba Osaka.

Total, Persija menang empat kali, kalah tiga kali, dan seri satu kali. Dari delapan pertandingan tersebut tiga gol Persija diciptakan oleh Kabayev (2 penalti), sedangkan dua gol dihasilkan oleh Alfin Tuasalamony, Bambang Pamungkas (penalty), Ismed Sofyan (penalty).

Sementara pemain yang menghasilkan satu gol adalah  Stefano Lilipaly, Ambrizal, Adam Alis, Andro Levandy, Novri Setiawan, Alan Aciar, Syaiful Indra Cahya, dan Rudi Setiawan ‘Bogel’.  Dengan gambaran statistik pertandingan terakhir melawan Gamba Osaka Sabtu (24/1) lalu, pelatih Persija, Rahmad Darmawan pun mengevaluasi tiga faktor penyebabnya. Ketiga faktor tersebut yaitu kedisiplinan, efektifitas menyerang dan chemistry pemain.


“Program membentuk chemistry yang pasti kita akan merencanakan pelatihan untuk perbaikan semua hal yang berkaitan dengan program fisik maupun taktik. Lalu kita juga akan lebih memantapkan program kerja sama tim dengan menggelar TC di Bali kalau dapat izin pak Ferry,” kata RD – panggilan Rahmad Darmawan.

Mantan gelandang kelahiran 28 November 1966 (48) di Metro Lampung itu pun lantas menghubungkan ilmu psikologi dengan kebutuhannya di dalam tim. TC di Bali  dilakukannya dengan maksud di samping mereka dapat menggelar pertandingan uji coba, mereka juga bisa lebih membentuk team building.

“Apakah itu kegiatan latihan, rekreasi latihan ataukah latih tanding. Atau mungkin nanti kita juga akan membuat out bond. Bisa saja itu terjadi. Pokoknya banyaklah nanti,” pungkas pelatih yang pernah membawa Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC menyabet juara Liga Indonesia itu. (agn)