Mak Dang Dapat Latihan Ekstra

Logo ISL.
Logo ISL.
Logo ISL.

POJOKSATU– Herman “Mak Dang” Dzumafo Epandi mendapat program latihan ekstra dari tim pelatih Semen Padang FC. Pasalnya, performa striker anyar Kabau Sirah –julukan Semen Padang FC- tersebut masih jauh dari harapan.
Ini terlihat dalam tiga laga yang dijalani tim kebanggaan urang awak itu di Piala Wali Kota Padang 2015, 4-8 Januari lalu. Saat Semen Padang FC menggelar game internal di Stadion H Agus Salim Padang kemarin pagi, penampilan mantan pemain PSPS Pekanbaru ini pun belum terlihat mengalami peningkatan yang signifikan.

Pergerakan dengan bola dan tanpa bolanya masih terlihat lamban. Meski memiliki postur tubuh yang cukup kekar dengan tinggi badan 184 cm, bola-bola yang dikuasai pemain asal Kamerun tersebut, cukup mudah dicuri pemain lawan. Akurasi shooting-nya pun masih kurang bagus.
Pada game internal kemarin itu, Dzumafo paling tidak memiliki empat peluang emas untuk membobol gawang lawannya. Namun, hanya sekali dia mampu mengonversinya menjadi gol.

“Dzumafo baru bergabung dengan tim ini pada fase terakhir persiapan umum, yakni 29 Desember lalu. Kemudian, 4 Januari dia telah main di turnamen pramusim. Jadi, dengan kondisi itu, kami memang belum bisa berharap banyak dari Dzumafo,” terang Pelatih Kepala Semen Padang FC, Jafri Sastra, kepada Padang Ekspres usai latihan kemarin.

Selain kondisi fisik, pelatih berlisensi A AFC ini juga menilai, Dzumafo belum bisa beradaptasi dengan baik terhadap sistem permainan Semen Padang FC. Lagi-lagi hal tersebut dianggap wajar, karena proses adaptasi dari seorang pemain terhadap sistem permainan sebuah tim, bukan soal gampang. Proses tersebut butuh waktu.


“Jangankan Dzumafo, Mofu (Vendry Mofu, red) yang pernah dua tahun bermain di sini (Semen Padang FC, red) sebelum musim lalu main di Sriwijaya, terlihat juga kehilangan sentuhan. Mofu seperti lupa pintu rumahnya di mana. Apalagi Dzumafo,” tutur Jafri Sastra.

Nah, untuk bisa segera meningkatkan performa Dzumafo secepat mungkin, sambungnya, program latihan ekstra pun sudah diberikan kepada pemain yang 21 Februari mendatang akan berusia 35 tahun ini. Program latihan ekstra itu sudah dijalani sejak Selasa lalu.
“Latihan ekstra untuk Dzumafo ini akan dilakukan hingga kompetisi digelar nanti. Di mana dia mendapat latihan beban dan juga daya tahan,” jelas Pelatih Fisik Semen Padang FC Irwansyah.

Dengan latihan ekstra itu, katanya, mau tidak mau dalam satu atau dua pekan ke depan ini, koordinasi gerak Dzumafo akan kurang bagus. Baik itu finishing, akurasi dan lain sebagainya yang bersifat teknikal serta taktikal akan sedikit terganggu.

“Terbukti tadi (kemarin, red) dalam latihan, banyak sentuhan dia yang kurang pas. Tapi itu bagian dari sebuah proses untuk mengeluarkan permainan terbaiknya pada kompetisi nanti,” papar alumnus FPOK IKIP Bandung tersebut.

Sementara itu, Dzumafo sendiri mengakui bahwa penampilannya memang belum maksimal. Dengan sisa waktu yang ada dan dengan program latihan ekstra yang dijalaninya, dia yakin akan bisa kembali pada performa terbaiknya. (cip)