Martapura FC Masih Yakin Bisa Main di ISL

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU- Mokhamad Hilman sangat yakin Martapura FC masih bisa bermain di ISL musim depan. Sang ketua umum tidak terpengaruh dengan keputusan PT Liga Indonesia yang tak mengganti Persik Kediri dan Persiwa Wamena. Padahal kedua tim ini baru saja dicoret karena dari hasil verifikasi terkendala finansial.

Hilman menegaskan antara verifikasi dengan regulasi adalah dua hal berbeda. The Diamond—julukan Martapura FC—sedang menggugat Persiwa Wamena dari sisi regulasi. “Terhadap masalah ini harus dipisahkan antara hasil verifikasi dengan regulasi. Untuk saat ini memang hanya ada 18 tim calon peserta ISL 2015 yang lolos verifikasi finansial,” ujar Hilman ketika dihubungi Radar Banjarmasin.

Sedangkan untuk regulasi, Kongres PSSI menetapkan dua klub promosi dari Divisi Utama berhak promosi ke ISL. “Jadi melalui hasil sidang komdis PSSI, Martapura FC berjuang agar menjadi klub kedua dari Divisi Utama yang lolos ke ISL karena didiskualifikasinya Persiwa atau dibatalkannya hasil pertandingan Persiwa karena penunjukannya tidak absah pada laga semifinal kompetisi Divisi Utama 2014,” bebernya.

Sesuai pemberitahuan komdis PSSI, hari ini kembali diagendakan sidang lanjutan gugatan Martapura FC kepada Persiwa Wamena dengan agenda memanggil Pieter Rumaropen untuk mendengarkan pernyataannya. Pieter Rumaropen dilarang bermain satu tahun karena memukul wasit di pertandingan Persiwa kontra Pelita Bandung Raya 2013 lalu. Namun, Persiwa tetap memakai tenaganya dalam 7 pertandingan berturut-turut di awal kompetisi.


Hilman berharap komdis bisa bersikap adil dan bijak terkait pelanggaran regulasi. “Mereka memainkan pemain tidak sah karena masih dalam masa hukuman. Itu jelas-jelas melanggar regulasi,” tuturnya.

Hilman juga berharap gugatan Martapura FC juga menjadi pelajaran. PSSI lewat komdisnya benar-benar bisa menegakkan statutanya, ada rule of the game yang harus dijunjung tinggi dan ditegakkan. “Sebelum menyampaikan gugatan kami sebelumnya benar-benar telah mempelajari terlebih dahulu, lalu mencari fakta dan data dimana ada kesalahan serta pelanggaran itu,” pungkasnya.(mr-139)