Semangat Baru Persiram Bersama Edu

Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU – Bumi Papua masih menyumbangkan klubnya untuk berkompetisi di ISL 2015. Salah satu diantaranya adalah Persiram Raja Ampat, klub yang musim depan ditangani mantan pelatih Persela Lamongan, Eduard Tjong.

Keberadaan Tjong di tim yang berjuluk Dewa Laut tersebut memuncukkan semangat baru. lantaran tim ini musim lalu dikenal sebagai tim musafir. Yang berarti mereka tidak bermain di homebase mereka di Raja Ampat. Namun, sejak 5 Januari lalu, Persiram memulai mempersiapkan skuadnya dengan menggelar Training center di Jakarta.

Jawa Pos sendiri mengunjungi langsung latihan tim kemarin sore (9/1) di Stadion Bea Cukai, Rawamamgun, Jakarta Timur. Dipimpin langsung Edu-sapaan Eduard Tjong-skuad Persiram menitikberatkan porsi latihan pada pemulihan kondisi fisik. “Porsinya saat ini 60 persen fisik dan 40 teknik. Tadi pagi (kemarin, Red) sudah fisik,” ujar mantan pemain Arseto Solo itu kepada Jawa Pos.

Dalam latihan tersebut, tampak pula pemain asing yang bakal mengisi skuad Persiram di musim depan. Antara lain mantan pemain bertahan Arema Cronus musim lalu, Thierry Gathuessy, dan penyerang James Koko Lomel. Keduanya tampak membaur dengan pemain lokal Persiram yang berjalan cukup serius tersebut.


Hadir pula, Jemmy Suparno, winger yang pernah memperkuat Persela Lamongan dan Deltras Sidoarjo beberapa musim yang lalu. “Pemain baru hanya enam, tiga asing dan tiga pemain lokal. Saat ini semua masih dalam tahap penyesuaian dengan tim,” jelas Edu. Yang paling membuat Edu lebih bersemangat adalah dengan kualitas fisik dan teknik pemain lokal Papua di skuadnya.

“Kalau urusan fisik, saya tidak pernah meragukan talenta lokal Papua. Mereka sudah siap dan tahan dengan tekanan,” urainya. Namun demikian Edu ,melihat adanya sisi yang menjadi kendala baginya dalam memimpin pemainnya. Yakni sisi tempramen yang ada di diri skuadnya.

Tetapi dia sudah menyiapkan strategi salah satunya yakni merangkul pemain senior di Persiram seperti Immamuel Padwa. “Saya butuh pemimpin pemain lokal di tim, saya melihat itu didiri Padwa,” jelas pria yang berdomisili di Solo itu.

Ganjalan lain bagi Persiram adalah kembali menjadi tim musafir di ISL 2015. Sebab, bermain tanpa dukungan penuh suporter Persiram, tentu akan mengurangi daya juang skuadnya. Terpisah, Thierry kepada Jawa Pos menyatakan bahwa dirinya cukup yakin dengan tim barunya.

“Pemain senior junior di sini bagus, yang penting kami bisa bekerja sama dengan maksimal dalam setiap pertandingan,” jelasnya. Dalam latihan kemarin setidaknya ada tiga orang pemain Persiram, Yus Arifandi, Wempi Obure, dan Steven Imbiri yang berlatih terpisah lantaran cedera. (nap)