Sarana Pulihkan Luka

Carlo Ancelotti
Carlo Ancelotti
Carlo Ancelotti

POJOKSATU- Tahun baru serasa kelabu bagi Real Madrid.  Betapa tidak.  Hanya dalam rentang waktu sepekan klub berjuluk Los Blancos itu harus menelan dua kekalahan.  Kekalahan pertama diderita Minggu lalu (4/1) ketika mereka melawat ke Mestalla menghadapi Valencia di Primera Division. Real saat itu dipaksa menyerah 1-2.  Kekalahan berikutnya diderita Kamis lalu (8/1) di Vicente Calderon.  Carlo Ancelotti dan pasukannya takluk 0-2 dari Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar Copa del Rey. Apakah rentetan kekalahan itu pertanda kalau Iker Casillas dkk tengah menghadapi krisis ? Ancelotti menolak kesimpulan tersebut.

“Kami memiliki data untuk mendukung fakta bahwa pemain kami dalam kondisi fisik yang bagus.  Soal kekalahan beruntun, saya pikir itu karena pemain belum menemukan kembali intensitas setelah libur Natal,” papar Ancelotti kepada Marca.

Ancelotti pun berharap, laga menjamu Espanyol di Santiago Bernabeu malam nanti (tayangan langsung Fox Sports pukul 21.45 WIB), bisa menjadi sarana untuk memulihkan luka.
“Saya pikir semuanya normal-normal saja.  Pemain kehilangan fokus setelah menikmati rentetan kemenangan yang panjang.  Namun, kami ingin memulai streak (rentetan kemenangan) baru lagi,” tandas pelatih asal Italia itu.

Ancelotti harus melakukan rotasi, terutama di barisan pertahanan.  Alvaro Arbeloa akan mengisi posisi full back kanan menggantikan Dani Carvajal yang terkena skors.  Raphael Varane juga bakal menggantikan peran Sergio Ramos di jantung pertahanan.  “Ramos tak akan bermain besok (malam nanti). Dia harus memulihkan kondisi setelah mengalami cedera saat melawan Atletico,” jelasnya.


Espanyol sendiri tak bisa turun dengan kekuatan terbaiknya.  Entrenador Sergio Gonzalez harus kehilangan Christian Stuani dan Lucas Vazquez yang sama-sama terkena akumulasi kartu. Kondisi gelandang Manuel Lanzarote dan bek Hector Moreno juga masih meragukan.

Selain itu, catatan buruk melawan Real Madrid membuat Espanyol hanya dipandang sebelah mata pada laga ini.  Espanyol tak pernah mampu mengalahkan Real Madrid dalam sebelas bentrok terakhir di Primera Division.  Seperti Real Madrid, Periquitos-julukan Espanyol juga menelan dua kekalahan beruntun di awal tahun.   Gonzalez pun menyadari situasi tersebut. “Mereka tentu akan menjadikan kami pelampiasan.  Memang, sangat sulit diterima bagi tim sekelas Real jika harus menelan dua kekalahan beruntun,” papar Gonzalez. (bas)